Dishub Bandung Bangun 501 PJU Sepanjang 2025, Target 798 Tiang Terpasang di 2026

BANDUNG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus memperkuat sistem penerangan jalan umum (PJU) demi meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga, khususnya saat beraktivitas pada malam hari.

Sepanjang tahun 2025, Dishub Bandung mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki sekaligus dibangun di berbagai wilayah Kota Bandung.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengatakan perbaikan PJU dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem kerja 24 jam.

Tim Dishub dibagi ke dalam beberapa regu piket, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari, serta selalu siaga di kantor untuk menangani gangguan yang bersifat darurat.

“Kalau untuk perbaikan jumlahnya ribuan. Tim kami bergerak 24 jam, ada piket pagi, siang, malam, dan kami standby apabila ada gangguan yang sifatnya mendesak,” ujar Panji saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (20/1/2026).

Selain melakukan perbaikan, Dishub juga membangun PJU dan PJL baru sepanjang 2025. Berdasarkan data Dishub, pembangunan PJU melalui usulan reses DPRD Kota Bandung mencapai 88 tiang dengan 742 titik PJL.

Sementara itu, melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Dishub membangun 413 tiang PJU dengan 3.364 titik PJL. Secara keseluruhan, total pembangunan PJU sepanjang 2025 mencapai 501 tiang dengan 4.106 titik PJL.

Panji menjelaskan, sebagian besar pembangunan PJU dari usulan reses dan Musrenbang difokuskan pada jalan-jalan lokal dan kawasan permukiman warga.

“Warga biasanya mengusulkan PJU di sekitar domisilinya, di jalan-jalan lokal. Karena itu, sebagian besar usulan reses dan Musrenbang memang berada di wilayah permukiman,” jelasnya.

Di luar usulan masyarakat, Dishub juga menginisiasi pembangunan PJU di sejumlah ruas jalan strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi serta aktivitas ekonomi pada malam hari.

Beberapa ruas tersebut di antaranya Jalan Ciliwung di belakang Gedung Sate, kawasan Rajawali Timur, serta sepanjang Jalan Sukabumi dari Simpang Jalan Jakarta hingga Simpang Laswi.

Di kawasan Rajawali Timur, Dishub membangun sekitar 20 tiang PJU di tiga titik karena wilayah tersebut merupakan pusat perdagangan tradisional yang aktif sejak tengah malam hingga subuh.

Sementara di Jalan Ciliwung, PJU cabang dua dibangun di median jalan Taman Sepanjang Ciliwung untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kuliner.

Dishub juga menginisiasi program Penerangan Jalan Gang (PJG) sebagai solusi penerangan di kawasan permukiman padat dengan gang sempit. Pada 2025, program percontohan PJG dilaksanakan di delapan lokasi dengan total 120 tiang, masing-masing lokasi dibangun 15 tiang.

“PJG ini ditujukan untuk gang sempit di bawah dua meter yang tidak bisa dilalui kendaraan. Kalau dipaksakan pakai PJU biasa, penggalian sulit dan cahayanya tidak efektif,” kata Panji.

Terkait kendala di lapangan, Panji mengungkapkan masih maraknya pencurian komponen PJU, terutama kabel bawah tanah dan isi boks panel yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia mencontohkan kasus pencurian kabel PJU di kawasan Babakan Ciparay pada akhir Desember 2025, di mana warga berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Selain itu, Dishub juga menghadapi kendala PJU yang cahayanya terhalang ranting pohon. Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta BPBD Kota Bandung dalam kegiatan pemangkasan pohon, termasuk di ruas Jalan Suparman.

Memasuki tahun 2026, Dishub Kota Bandung menargetkan pembangunan PJU dan PJL dengan skala yang lebih besar. Melalui reses DPRD, pembangunan PJU ditargetkan mencapai 262 tiang dengan 915 titik PJL, sementara melalui Musrenbang direncanakan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL.

Dengan demikian, total pembangunan PJU pada 2026 ditargetkan mencapai 798 tiang dengan 3.840 titik PJL, di luar pembangunan PJU dalam program beautifikasi jalan.

“Tahun 2026 juga ada program beautifikasi di 18 ruas jalan yang diinisiasi oleh pak Wali Kota. Dari jumlah itu, sembilan ruas sudah ada PJU dan tinggal pemeliharaan, sementara sembilan ruas lainnya akan kita bangun PJU baru,” jelas Panji.

Perencanaan pembangunan PJU pada ruas jalan beautifikasi ditargetkan dimulai pada triwulan pertama 2026, dengan pembangunan fisik pada triwulan kedua. Program ini difokuskan pada jalan arteri dan kolektor yang banyak dilalui warga maupun wisatawan.

Saat ini, jumlah PJU eksisting di Kota Bandung mencapai sekitar 36 ribu titik, sementara PJL berada di angka 14 ribu titik. Dishub juga berencana melakukan sensus PJU pada awal 2026 untuk memetakan kebutuhan penerangan jalan secara lebih akurat.

Bagi masyarakat yang menemukan PJU mati atau mengalami gangguan, Dishub Kota Bandung membuka layanan pengaduan melalui nomor 0811-2022-3399.

“Kami mengapresiasi partisipasi warga yang aktif melaporkan gangguan PJU. Laporan masyarakat sangat membantu kami menjaga Kota Bandung tetap terang dan aman,” pungkasnya.