BANDUNG — Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menyoroti berbagai tantangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Menurut Kang Asmul, persoalan yang kerap muncul setiap tahun masih berkaitan dengan tingginya minat masyarakat memasukkan anak ke sekolah negeri favorit yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal.
Di sisi lain, kapasitas penerimaan siswa di sejumlah sekolah disebut mengalami penurunan karena pengurangan jumlah rombongan belajar (rombel).
“Ini menjadi tantangan tersendiri. Dari laporan yang saya terima, jumlah rombongan belajar (rombel) di sejumlah sekolah mengalami pengurangan. Kalau sebelumnya delapan rombel saja sudah terasa kurang, sekarang bahkan ada yang hanya empat rombel. Artinya beban tahun ini semakin berat,” ujarnya saat Sosialisasi Kebijakan SPMB Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Kamis 30 April 2026.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memicu persoalan di lapangan jika masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait mekanisme penerimaan siswa baru.
Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Pendidikan, untuk memperkuat komunikasi publik dan memperluas sosialisasi SPMB kepada masyarakat.
“Sosialisasi harus jauh lebih masif. Masyarakat harus benar-benar memahami bagaimana alur, tahapan, serta mekanisme yang berlaku agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Selain sosialisasi, Kang Asmul juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas selama proses penerimaan siswa baru berlangsung.
Menurutnya, sistem yang terbuka akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kita ingin memperkuat kinerja pemerintah kota agar mendapat dukungan masyarakat. Kuncinya adalah transparansi dan akuntabilitas. Kalau prosesnya terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan, kepercayaan publik akan meningkat,” katanya.
DPRD Kota Bandung berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Bandung.
“Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat memiliki harapan besar untuk mencetak generasi yang berkualitas. Ini harus kita kawal bersama,” katanya.
