BANDUNG — Menjelang laga sarat gengsi antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau bobotoh untuk tetap menjaga ketertiban dan menyalurkan euforia secara positif.
Menurut Farhan, pertandingan Persib kontra Persija selalu menjadi magnet besar bagi suporter. Selain berstatus laga klasik, duel ini juga krusial karena kedua tim masih berpeluang menjadi kandidat juara paruh musim kompetisi.
Antusiasme tinggi tersebut terlihat dari tiket pertandingan yang telah habis terjual sejak beberapa pekan lalu.
“Tiket sudah habis sejak beberapa minggu yang lalu. Namun bobotoh tidak perlu khawatir,” ujar Farhan.
Untuk menghindari kepadatan dan potensi penumpukan massa di sekitar Stadion GBLA, Farhan menginstruksikan seluruh camat di Kota Bandung agar memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) di masing-masing wilayah kecamatan.
“Wahai camat-camat, pastikan bikin Nobar di semua kecamatan. Sehingga untuk bobotoh yang tidak kebagian tiket, tidak usah maksa datang ke GBLA. Nonton di wilayah kecamatan masing-masing,” katanya.
Selain itu, Farhan secara tegas mengingatkan agar bobotoh tidak melakukan konvoi atau pawai di jalanan, baik saat Persib meraih kemenangan maupun ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
“Menang kalah jangan pawai. Kita tunjukkan bahwa bobotoh, baik saat senang maupun sedih, tetap bisa menjaga ketertiban dan tidak menyusahkan orang lain,” tegasnya.
Farhan berharap, bobotoh dapat menunjukkan kedewasaan sebagai suporter dengan mendukung Persib secara sportif dan bertanggung jawab.
Menurutnya, bentuk dukungan terbaik bukan hanya dengan hadir di stadion, tetapi juga dengan menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
“Yang paling penting Persib menang dan kita dukung dengan cara yang terbaik,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Farhan turut menyampaikan prediksinya untuk laga klasik tersebut. Dengan nada optimistis, ia memperkirakan Persib Bandung akan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 atas Persija Jakarta.
