BANDUNG – Kasus Covid-19 di Kota Bandung kembali naik. Padalah, beberapa waktu lalu mengalami penurunan signifikan.
“Kemarin masih terjadi penambahan kasus hingga 1.300, memang sebelumnya pernah di angka 500 tapi saat ini naik lagi di atas seribu,” kata Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Jumat (4/3/2022).
Untuk itu, wargi Bandung diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan disiplin memakai masker agar tidak terpapar Covid-19.
Bahkan Pemkot Bandung masih melakukan pembatasan yaitu penutupan tiga ruas jalan dan ganjil genap sebab peningkatan kasus masih tinggi.
“Ini masih kita lakukan (pembatasan). Karena faktanya peningkatan kasus masih luar biasa tinggi, padahal dulu saat Delta jumlah kasus kita tidak terlalu tinggi, kita tidak pernah lebih dari 700 penambahan kasus per harinya,” ujar Kang Yana, sapaannya.
Saat ini kasus Omicron mencapai 1.500-1.600 kasus. Kendati terjadi penurunan kasus, tetapi masih berada di atas 1.00 kasus.
“Sekarang (Omicron) sudah pernah sampai 1.500-1.600, memang ada penurunan tapi masih di atas seribu,” kata Kang Yana.
“Mungkin karena belum puncaknya ya maka kami minta masyarakat berhati-hati, lakukan vaksin dosis ketiga sesuai regulasi yang ada dan terapkan prokes,” ungkapnya.
Pemkot Bandung pun siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat apabila mengubah status pandemi menjadi endemi Covid-19.
Pasalnya, jika vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 100 persen, maka bisa berubah menjadi endemi.
“Kota Bandung ini kan untuk dosis satu sudah 112 persen, dosis dua juga sudah 100 persen, kalau berdasarkan teori ini ya mungkin (pandemi ke endemi), tapi kami sampaikan kembali bahwa untuk sampai kesana, tentu kita butuh keputusan dari pemerintah pusat dan kajian dari para ahli,” ujarnya.
Kang Yana menegaskan bahwa Pemkot Bandung terus menyosialisasikan ke masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan yaitu minimal memakai makser.
Apalagi, jika pandemi menjadi endemi maka relaksasi harus kembali dibuka seperti biasa.
“Kuncinya satu-satunya adalah prokes, karena kalau sudah endemi relaksasi apapun harus buka, aktivitas warga itu harus berjalan seperti sebelum pandemi, tapi bedanya adalah prokes harus tetap dilakukan salah satunya masker,” pungkasnya.
















