BANDUNG — Upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga. Penguatan patroli serta sistem keamanan lingkungan menjadi fokus utama untuk mencegah aksi kejahatan jalanan dan tindak kekerasan di Kota Bandung.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Sinergitas Penanganan dan Penindakan Kejahatan Jalanan (Begal) yang digelar di Balai Kota Bandung, Senin, 8 Juni 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penguatan koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut berbagai arahan aparat keamanan guna memastikan kondisi Kota Bandung tetap aman dan kondusif.
“Kita baru selesai rapat koordinasi untuk masalah pengamanan Kota Bandung, khususnya menanggapi berbagai perkembangan dan arahan dari Kapolda untuk meningkatkan patroli, terutama patroli pencegahan terhadap aksi begal dan berbagai bentuk kekerasan jalanan. Tujuannya adalah memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Farhan, penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap berada di bawah koordinasi kepolisian. Namun, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, hingga unsur pendukung lainnya terus diperkuat agar masyarakat merasa aman saat beraktivitas.
“Patroli sebenarnya sudah berjalan. Yang ingin kami pastikan adalah masyarakat mengetahui bahwa Pemerintah Kota Bandung bersama Forkopimda, baik kepolisian maupun TNI, termasuk dukungan dari Denpom dan Brimob, terus berkolaborasi menjaga keamanan Kota Bandung,” ungkap Farhan.
Selain patroli di tingkat kota, pengamanan juga diperkuat melalui keterlibatan masyarakat di lingkungan masing-masing. Sistem keamanan lingkungan (siskamling), Satpol PP kecamatan, Polsek, dan Koramil terus didorong untuk bekerja sama menjaga kondusivitas wilayah.
“Dari sisi kewilayahan, kita terus mengembangkan siskamling. Koordinator Satpol PP di setiap kecamatan juga aktif berkolaborasi dengan Polsek dan Koramil. Jadi pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat kota,” jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi, sekitar 200 hingga 250 personel disiagakan setiap hari untuk menjaga keamanan Kota Bandung. Jumlah tersebut akan ditambah pada malam akhir pekan maupun saat terdapat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan.
Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan perbatasan Kota Bandung melalui patroli terpadu dan koordinasi lintas wilayah.
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
“Ini sifatnya preventif. Kita ingin memastikan Kota Bandung tetap kondusif, aman, dan nyaman baik bagi warga Kota Bandung maupun masyarakat yang datang dari luar daerah. Yang dibutuhkan adalah sinergi yang lebih kuat lagi untuk mengoptimalkan berbagai langkah yang selama ini sudah berjalan,” katanya.
Ia menambahkan, patroli keamanan selama ini sebenarnya telah berjalan rutin. Namun, melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pola pengawasan akan terus ditingkatkan agar keamanan masyarakat semakin terjaga.
Dengan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan hingga masyarakat di tingkat lingkungan, diharapkan Kota Bandung tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif untuk seluruh warganya.
















