BANDUNG – Pembangunan Flyover Kopo di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kota Bandung, hampir rampung, dan ditargetkan selesai paling lambat akhir April 2022, agar segera bisa beroperasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna berharap dengan adanya jembatan layang ini, bisa mengurangi kemacetan yang kerap terjadi.
“Diharapkannya mulai bisa beroperasi atau digunakan oleh masyarakat itu saat Lebaran. Semoga dengan adanya flyover ini bisa mengurai kemacetan di Kota Bandung,” kata Ema saat peninjauan pembangunan flyover Kopo, Jumat (25/2/2022).
Flyover yang mulai dibangun pada November 2020 ini sudah mencapai progres sebanyak 80 persen.
Kendati demikian, masih ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan terkait pembangunan flyover ini, termasuk pembebasan lahan milik warga yang berada di sekitar timur flyover.
“Lahan ini milik masyarakat, sehingga perlu pembicaraan yang lebih lanjut. Saya akan minta camat untuk mengecek siapa pemiliknya, lalu kita komunikasikan dari awal,” kata Ema.
Selain itu, Ema Sumarna menegaskan bahwa flyover ini bukan hanya tentang kelancaran arus lalu lintas, tapi juga keamanan akses masuk dan keluarnya.
“Flyover ini bukan hanya untuk memperlancar konektivitas arus lalu lintas yang tadinya di jalan bawah pindah ke atas. Tapi juga bagaimana akses masuk dan keluar pun harus diperhatikan, harus smooth agar tetap aman,” ujarnya.
Ema juga membahas soal rencana lahan di sekitar Pasar Caringin pun akan dibebaskan.
“Demi kelancaran jangka panjangnya, lahan sekitar Pasar Caringin pun harus menjadi bagian yang perlu dibebaskan. Mereka juga siap untuk bersinergi, tapi ya harus sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata Ema.
Sekadae informasi, pembangunan flyover ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ruas jalan yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
Project Manager PT. Pembangunan Perumahan (PP), Angga Johar Waluyo mengatakan, flyover yang dibangun sepanjang 1,7 km ini terdiri dari pembangunan jembatan 1,3 km dan 0,4 km frontage.
















