BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana membangun taman tematik baru pada 2022 ini.
Nantinya taman tersebut akan bertajuk “Taman Sister City” yang menggambarkan kerjasama hubungan Kota Bandung dengan beberapa kota lain di luar negeri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyebut bahwa pembangunan imi akan memakan anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Jadi itu aspirasi yang disampaikan dari dewan. Setahu saya, (anggarannya) itu sudah teralokasikan di 2022,” ungkap Ema di Balai Kota Bandung, Jl Wastukencana, Kamis (9/6/2022).
Taman Sister City akan dibangun di Jl Seram, Bandung Wetan, Kota Bandung, dan dengan konsep memadukan monumen-monumen kerjasama Kota Bandung dengan beberapa kota di luar negeri.
“Jadi dari konsepnya, itu di lokasi tersebut tidak hanya mencirikan dengan satu kota yang ber-sister city dengan kita, tapi di sana nanti akan dipadukan di satu lokasi monumen kerjasamanya,” jelas Ema.
“Tidak hanya satu titik aja misalnya dengan Braunscweigh (German), Forthworth (USA) atau Suwon (Korea), tapi semuanya nanti dipadukan,” imbuhnya.
Pihaknya juga mengatakan sudah menerima presentase rencana pembangunan Taman Sister City dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Dadang Hermawan.
Bahkan tugunya pun tidak akan dipindah sebagai penanda kerjasama Kota Bandung dengan kota di negara lain.
“(Tugunya) Enggak dipindah, saya pikir itu tetep aja menjadi taman-taman dan menjadi penciri di lokasi tersebut. Selama mempercantik, memperindah dan memberikan karakter di wilayah enggak ada salahnya,” ujarnya.
“Targetnya tahun ini digarap, mudah-mudahan secepatnya. Yang paling utama itu bisa jadi fasos-fasum (fasilitas sosial-fasilitas umum) yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” tandasnya.
















