Banjir di Bandung Timur Belum Surut, Penanganan Dipercepat

BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penanganan genangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Bandung Timur, khususnya di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage dan Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, genangan masih terjadi di beberapa RW akibat hujan yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah oleh tingginya debit air Sungai Cisaranten serta banjir kiriman dari kawasan Sapan, Kabupaten Bandung. Hal ini membuat proses pemompaan air belum dapat dilakukan secara optimal.

“Air masih sulit surut karena sungai penuh dan banjir kiriman juga belum turun. Ini yang membuat kita belum bisa memompa air keluar dari wilayah terdampak,” kata Farhan saat meninjau lokasi, Kamis 16 April 2026.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bandung tengah menyiapkan pembangunan sistem penyaluran air dari Rancabolang menuju Sungai Cipamokolan.

Proyek ini direncanakan masuk dalam anggaran 2027–2028 dan berpeluang dipercepat melalui perubahan anggaran 2026.

“Perencanaan akan kita matangkan dalam beberapa minggu ke depan. Ini menjadi solusi jangka panjang agar genangan tidak terus berulang,” ujarnya.

Rencana tersebut juga akan dilengkapi pembangunan rumah pompa baru, dengan skema teknis yang masih dalam tahap kajian, apakah menggunakan saluran tertutup berupa pipa atau saluran terbuka.

Sementara itu, penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi. Dapur umum telah disiapkan dan beroperasi setiap hari dengan melibatkan berbagai unsur.

Farhan menyebut, saat ini terdapat empat RW yang masih terdampak cukup parah, masing-masing dua RW di Rancabolang dan dua RW di Derwati.

“Kalau saya catat, sekarang ini yang genangannya belum surut juga dan masih parah ada empat RW, dua RW di Rancabolang, dua RW di Derwati,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa memastikan bantuan terus disalurkan secara terkoordinasi kepada warga terdampak.

“Ada bantuan sembako dan dapur umum untuk warga terdampak, koordinasi dengan lurah dan camat berjalan baik serta melibatkan partisipasi warga sehingga semua potensi di wilayah bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk lembaga kesejahteraan sosial dan perusahaan, sehingga ketersediaan bahan pokok bagi warga tetap terjaga.

“Tadi ada bantuan dari lembaga kesejahteraan sosial dan juga dari perusahaan-perusahaan besar, sehingga Alhamdulillah tidak khawatir untuk kekurangan bahan pokok,” tuturnya.