Cerita Korban Angin Puting Beliung di Cimenyan Bandung: Suami Tertimpa Asbes dan Pingsan

BANDUNG – Bencana angin puting beliung menerjang Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada Minggu (28/3/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibat bencana ini, sejumlah rumah milik warga rusak parah dan pohon tumbang.

Angin puting beliung terjadi di Jalan Ciharalang RW 03 hingga RW 06, Desa Mekarsaluyu. Peristiwa ini disebabkan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang.

Salah seorang warga selaku korban, Euis mengatakan suamainya pingsan hingga mengalami luka lantaran tertimpa materi bangunan.

“Tadi kejadian kurang lebih jam 5-an (sore) dari kebun (angin) sudah muter-muter di atas, pas masuk ke warung itu turun lagi 2 menit warung sudah roboh saudara juga kan di warung,” kata Euis saat ditemui Infobandungkota.com, Minggu (28/3/2021).

“Ibu sudah naik ke atas tapi si bapak pingsan ketimpa asbes di atas dan sudah lari terus tangannya luka tapi sudah diurut tadi. Anginnya kencang sudah pasrah weh Ibu teh kiamat mungkin sekarang ini,” jelas Euis.

Namun pada akhirnya, Euis pun mengaku lega bisa kembali berkumpul dengan keluarga utuhnya.

“Kalau keluarga Ibu Alhamdulillah selamat. Hujan pas waktu angin kencang beres-beres ke atas, ke Pasir Bogor. Ibu pulang sama si bapak, si bapak ketimpa asbes tangannya luka dan pingsan lama. Sekarang sudah ketemu sama anak dan cucu Alhamdulillah selamat. yang kena belasan kios semuanya rusak,” ujar Euis.

Sementara itu, menurut Hanika Ssri selaku saksi, mengatakan bahwa saat angin puting beliung rumahnya sempat mengalami mati listrik.

“Angin besar tiba-tiba kayak ada suara gluduk petir gitu langsung suruh keluar. Mati lampu seluruh pada keluar langsung pada roboh, posisi lampunya langsung mati nggak kelihatan kanan-kiri Kehalangin atap,” katanya.

“Untungnya aku di pinggir nggak terlalu sebelah sananya, yang luka dua tapi kalau yang dibawa ambulan 1 titik yang saya alami motor cuma lecet ,” lanjut Hanika.

Hanika Sari mengaku dirinya hanya mengalami luka ringan. Hanya saja kendaraan miliknya yang ringsek.

“Tadi saya lagi makan, di dalam terus enggak tahu hujan gede nah tiba-tiba angin lumayan kencang terus pohon-pohon di sini juga tumbang nggak ketahuan tiba-tiba runtuh aja, yang saya tahu korban 2 orang luka nya Lumayan kalau saya luka-luka ringan, tapi motor saya. Mungkin ada 5 kendaraan paling parah ada 2 motor yang nggak bisa harus diangkut,” kata Hanika.

Tidak Ada Korban Jiwa

Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar, membrnarkan bahwa peristiwa antin puting beliung itu disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang.

“Rumah dan warung yang ada di jalan utama materialnya tertiup angin dan menumbangkan beberapa pohon menjadikan akses menuju RW yang lain tertutup. Angin bertiup dari lembahan menuju puncak (sesuai kajian awal),” kata Manajer Pusdalops PB BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu, dikutip dari laman CNN Indonesia.

Budi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun berdasarkan data sementara akses jalan hanya bisa mencapai RT 02 RW 03 lantaran akses menuju RW 6 tertutup pohon tumbang.

“Yang terdampak warung, beberapa rumah warga, dan gardu listrik yang menjadikan listrik padam,” ujar Budi.