BANDUNG — Tingginya arus wisatawan ke Kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berdampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Sejumlah hotel, terutama yang berada di pusat kota dan kawasan destinasi wisata favorit, mencatat okupansi hingga penuh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah hotel pada malam pergantian tahun. Hasilnya, hotel-hotel di kawasan pusat kota menunjukkan tingkat hunian yang sangat tinggi.
“Pas malam tahun baru, kami memonitor langsung ke lebih dari belasan hotel. Dari laporan yang masuk, hotel-hotel di pusat kota seperti Kimaya, D’Braga, bahkan Vasaka, tingkat okupansinya mencapai 100 persen,” ujar Adi saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, Adi mengakui tingkat hunian hotel belum merata di seluruh wilayah Kota Bandung. Hotel yang lokasinya berada di luar pusat destinasi wisata umumnya mencatat okupansi lebih rendah, meskipun tetap menunjukkan tren positif.
“Jadi memang tidak merata. Yang benar-benar penuh itu kebanyakan hotel yang lokasinya berada di pusat-pusat destinasi wisata,” jelasnya.
Menurutnya, hotel di wilayah pinggiran kota rata-rata mencatat tingkat hunian di kisaran 60 hingga 70 persen. Bahkan, beberapa di antaranya mampu mencapai okupansi hingga 80 persen selama puncak libur Nataru.
Adi menilai capaian okupansi hotel ini sejalan dengan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung yang pada akhir tahun lalu tercatat melampaui target tahunan. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan industri perhotelan di Kota Bandung.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun target kunjungan wisata pada tahun berikutnya. Namun, penetapan target tidak dilakukan secara instan dan memerlukan perhitungan komprehensif.
“Ada mekanisme untuk menghitung proyeksi tahun depan. Biasanya memang ada perhitungan kenaikan sekian persen, tapi itu tidak serta-merta,” katanya.
Disbudpar Kota Bandung akan terlebih dahulu melakukan pendalaman data, termasuk memetakan pola pergerakan wisatawan serta kawasan yang mengalami lonjakan kunjungan tertinggi.
“Nanti setelah datanya lebih detail, wisatawan datang ke mana saja, kawasan mana yang meningkat, baru kita bisa menghitung target tahun depan secara lebih akurat,” pungkas Adi.
Dengan tren positif ini, Pemerintah Kota Bandung optimistis sektor pariwisata dan perhotelan akan terus tumbuh serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah ke depan.
