Parkir Liar Masih Jadi Keluhan, Gedung Parkir Modern Disiapkan di Pusat Kota Bandung

BANDUNG — Kepadatan kendaraan dan maraknya parkir liar di sejumlah kawasan wisata Kota Bandung kembali menjadi sorotan saat libur panjang. Kondisi ini mendorong munculnya wacana pembangunan gedung parkir modern sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui persoalan parkir liar masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi meski berbagai penertiban rutin terus dilakukan.

Menurutnya, praktik parkir liar kerap kembali muncul meski sebelumnya telah ditindak oleh petugas di lapangan.

“Parkir liar itu seperti nyamuk. Diusir sekarang, nanti datang lagi. Ditertibkan, muncul lagi. Karena itu kita membutuhkan solusi yang lebih permanen,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin, 1 Juni 2026.

Farhan menjelaskan, sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi seperti Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Jalan Sudirman masih menjadi titik rawan kepadatan kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Untuk mengurangi kendaraan yang parkir di badan jalan, Kota Bandung kini mulai membuka peluang kerja sama dengan investor untuk menghadirkan gedung parkir bertingkat di kawasan strategis pusat kota.

Keberadaan fasilitas parkir modern tersebut diharapkan mampu memberikan alternatif parkir yang lebih tertata sekaligus mengurangi kemacetan yang kerap terjadi akibat kendaraan yang berhenti sembarangan.

Selain memperlancar arus lalu lintas, pembangunan gedung parkir juga dinilai dapat mendukung penataan kawasan wisata dan pusat kota agar lebih nyaman, aman, dan ramah bagi pengunjung.

Farhan menilai penataan parkir menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang di Kota Bandung.

Dengan solusi yang lebih permanen, kawasan-kawasan favorit wisatawan diharapkan dapat tampil lebih tertib dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Kota Kembang.