Pelayanan Publik di Kota Bandung Kini Jauh Lebih Praktis Lewat Layanan Digital

BANDUNG — Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Bandung terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Laporan Hasil Pemantauan SPBE Tahun 2025 dari Kementerian PAN-RB, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat Nilai Indeks SPBE sebesar 4,66 dengan kategori Memuaskan.

Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Indeks SPBE Kota Bandung berada di angka 4,59 dengan kategori serupa.

Kenaikan ini menandakan penguatan berkelanjutan dalam tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Peningkatan nilai SPBE merupakan hasil sinergi lintas perangkat daerah yang konsisten mendorong transformasi digital pemerintahan.

Upaya tersebut mencakup penguatan integrasi sistem, peningkatan kualitas layanan digital, serta tata kelola teknologi informasi dan komunikasi yang semakin matang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur nilai SPBE ini mengalami kenaikan. Semua ini berkat bimbingan dan arahan pimpinan yang kami laksanakan bersama, serta kerja sama seluruh OPD,” ujar Yayan, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan penerapan SPBE tidak hanya menjadi tanggung jawab Diskominfo, tetapi merupakan kerja kolaboratif seluruh organisasi perangkat daerah.

“SPBE itu komponennya tidak hanya di Diskominfo, tetapi merata di seluruh OPD, mulai dari pengelolaan data, jaringan internet, infrastruktur, aplikasi, hingga aspek keamanan. Ini bukan kerja satu perangkat daerah, tetapi kolaborasi antar OPD,” katanya.

Yayan juga menekankan bahwa Pemkot Bandung tidak sekadar mengejar angka indeks, melainkan memastikan implementasi teknologi pemerintahan berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat nyata.

“Pemkot Bandung bukan hanya mengejar nilai, tetapi bagaimana setiap produk teknologi itu sesuai dengan aturan, bisa melakukan penghematan, berbagi pakai data, dan mengelola keamanan dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan sistem digital di lingkungan Pemkot Bandung dilakukan secara terencana dan terukur, melalui tahapan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang jelas.

“Pengembangan teknologi tidak berdasarkan selera atau keinginan semata, tetapi melalui perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta berorientasi pada kebermanfaatan,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Bandung berharap peningkatan Indeks SPBE dapat berjalan seiring dengan kualitas pelayanan publik yang semakin optimal.

“Mudah-mudahan dengan nilai yang tinggi ini juga berimbang dengan peningkatan layanan masyarakat, baik layanan infrastruktur, aplikasi, keamanan, dan layanan digital lainnya,” pungkas Yayan.