SDN 001 Merdeka Bandung Genap Berusia 142 Tahun, Jadi Sekolah Dasar Tertua di Kota Bandung

BANDUNG — Di tengah hiruk pikuk kawasan pusat Kota Bandung, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan pendidikan selama lebih dari satu abad. Bangunan tersebut adalah SD Negeri 001 Merdeka yang kini genap berusia 142 tahun dan dikenal sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Merdeka, sekolah ini masih mempertahankan bentuk arsitektur aslinya sejak pertama kali dibangun pada tahun 1884 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Meski beberapa bagian seperti genting, plafon, dan cat telah diperbarui, struktur utama bangunan tetap terjaga hingga saat ini.

Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin mengatakan, berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, bangunan tersebut awalnya digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Belanda pada pagi hari dan anak-anak pribumi dari kalangan priyayi pada sore hari.

“Bangunan atau gedung yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi,” ujar Firman saat ditemui di SDN 001 Merdeka, Selasa (30/6/2026).

Bangunan cagar budaya itu memiliki lima ruang kelas dengan luas sekitar 64 meter persegi per ruangan. Salah satu ciri khasnya adalah langit-langit yang tinggi mencapai empat hingga lima meter sehingga sirkulasi udara tetap terasa sejuk.

Menurut Firman, kualitas material bangunan menjadi salah satu alasan mengapa gedung tersebut masih berdiri kokoh hingga sekarang. Sebagian besar pintu, kusen, dan rangka bangunan masih menggunakan kayu jati asli.

“Bangunan Belanda itu pintunya tinggi, kayunya jati semua dan ini masih asli. Tidak kena rayap. Kalau diganti pasti akan kelihatan jenis kayunya berbeda,” katanya.

Seiring perkembangan zaman, fungsi bangunan pun mengalami penyesuaian. Dari lima ruang kelas yang dulu seluruhnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, kini sebagian difungsikan sebagai ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, dan ruang rapat. Hanya satu ruang yang masih digunakan sebagai kelas di bangunan asli tersebut.

Firman menjelaskan, sebelum dilakukan penggabungan sekolah pada 2017, kompleks ini menjadi lokasi enam sekolah dasar berbeda. Setelah kebijakan penggabungan sekolah pada masa Wali Kota Bandung saat itu, seluruhnya dilebur menjadi SD Negeri 001 Merdeka.

Saat ini sekolah berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi dengan total 36 ruang kelas. Namun bangunan utama peninggalan tahun 1884 tetap dipertahankan sebagai identitas sekaligus warisan sejarah pendidikan Kota Bandung.

Tak hanya bangunannya, sejumlah benda bersejarah juga masih tersimpan di sekolah tersebut. Salah satunya papan tulis lipat asli yang dahulu digunakan untuk menulis dengan kapur serta lonceng sekolah tua yang masih digunakan pada momen tertentu.

Meski telah berusia lebih dari satu abad, bangunan ini belum pernah menjalani renovasi besar. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya berupa penggantian genting yang lapuk, pengecatan, dan pemeliharaan ringan sesuai kebutuhan karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya.

“Kalau menurut literatur yang saya baca, gedung ini belum pernah dipugar atau direnovasi besar-besaran. Yang pernah dilakukan hanya mengganti genting karena sudah banyak yang lapuk. Struktur bangunannya tetap, karena memang tidak boleh diubah,” jelasnya.

Firman berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemeliharaan bangunan bersejarah tersebut agar tetap lestari dan bisa dinikmati generasi mendatang.

“Harapan kami ada anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung heritage, bukan hanya melalui dana BOS. Gedung ini merupakan bagian dari sejarah pendidikan Kota Bandung sehingga perlu perhatian khusus agar tetap lestari,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berharap adanya kebijakan yang dapat memperluas jangkauan penerimaan murid baru. Lokasi sekolah yang berada di kawasan pusat kota membuat jumlah penduduk di sekitar lingkungan sekolah relatif sedikit.

“Kami berharap ada kebijakan khusus agar jangkauan penerimaan murid bisa diperluas. Dengan begitu eksistensi SD Negeri 001 Merdeka sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung tetap terjaga dan terus menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus masa depan pendidikan di Kota Bandung,” tuturnya.