BANDUNG — Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
Program tersebut digagas sebagai solusi terpadu untuk membantu pelaku usaha agar lebih produktif, berkembang, dan mandiri secara ekonomi.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan, program ini akan memberikan berbagai dukungan mulai dari pelatihan hingga akses pasar dan pembiayaan usaha.
“Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif,” kata Leontinus di Bandung Creative Hub, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut memiliki sejumlah fokus utama seperti capacity building, akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha.
Selain itu, pelaku UMKM juga akan dibantu dalam pengurusan legalitas usaha, akses bahan baku, pemasaran digital, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI).
Menurut Leontinus, program ini tidak hanya bertujuan menjaga usaha masyarakat tetap berjalan, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar bisa naik kelas.
“Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan sosial.
“Targetnya masyarakat Indonesia bukan hanya menerima bantuan sosial tapi setelah itu bisa produktif, bisa berdaya dan akhirnya mandiri,” ucapnya.
Bandung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat, terutama di sektor kuliner, fesyen, kriya, dan pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengapresiasi penunjukan Kota Bandung sebagai pilot project program tersebut.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu memperkuat berbagai subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung, termasuk industri kreatif berbasis digital dan teknologi.
“Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan, tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung,” tuturnya.
