BANDUNG — Warga Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung patut berbangga.
Berkat kekompakan dan semangat gotong-royong, mereka berhasil menghadirkan satu unit ambulans siaga hasil murni swadaya masyarakat tanpa bantuan pemerintah ataupun sponsor.
Mobil ambulans ini diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, pada Selasa, (29/6/2025).
Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap partisipasi warga yang telah mewujudkan layanan kesehatan darurat berbasis komunitas.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Bandung menyampaikan terima kasih dan rasa bangga. Ini bentuk nyata kekuatan solidaritas warga. Tidak semua kelurahan punya inisiatif dan kolaborasi seperti ini,” ucap Erwin.
Erwin juga menyebut, apa yang dilakukan warga Margahayu Utara merupakan contoh konkret dari transformasi paradigma pembangunan berbasis kolaborasi yang saat ini tengah digencarkan Pemkot Bandung.
“Apa yang dilakukan warga Margahayu Utara ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi bisa menghadirkan solusi konkret. Ini akan saya jadikan contoh bagi kelurahan lain. Kalau di sini bisa, yang lain pasti bisa,” tambahnya.
Inisiatif ambulans siaga ini lahir dari keresahan warga yang selama bertahun-tahun tidak memiliki ambulans sendiri, bahkan harus meminjam ke kelurahan tetangga.
Hal ini dirasakan sangat berat, khususnya saat masa pandemi.
“Selama ini warga harus meminjam ambulans ke kelurahan tetangga. Saat pandemi Covid-19, kami benar-benar kesulitan. Maka kami sepakat untuk berinisiatif sendiri, tanpa menunggu,” kata Lurah Margahayu Utara, Agus Susanto.
Dana awal pengadaan ambulans berasal dari hadiah lomba kelurahan tingkat kota senilai Rp5 juta.
Sisanya sekitar Rp110 juta dikumpulkan secara swadaya oleh berbagai unsur masyarakat: dari LPM, PKK, Karang Taruna, tokoh agama, hingga akademisi.
Kini, ambulans tersebut sudah siap melayani masyarakat dan dilengkapi dengan peralatan medis dasar serta keranda jenazah yang juga dibeli dari hasil donasi tambahan.
Layanan ini diberikan secara gratis bagi warga yang membutuhkan, bahkan dalam sehari bisa aktif hingga larut malam.
Pemkot Bandung pun berkomitmen untuk terus mendukung gerakan warga seperti ini melalui fasilitasi, koordinasi, dan pendampingan teknis.
Sebab, menurut Pemkot, kota yang kuat adalah kota yang membesarkan kekuatan warganya.
