BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di sejumlah titik kota. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan strategis agar lebih tertib dan nyaman.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penertiban dilakukan setelah koordinasi antara Pemkot Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak satu bulan terakhir.
“Sejak sebulan yang lalu, Pak Gubernur sudah meminta kami untuk menyampaikan bangunan liar mana saja yang akan dibongkar,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026.
Menurut Farhan, penertiban difokuskan pada bangunan liar yang berdiri di sekitar aset milik pemerintah provinsi.
Ia menyebut, pendekatan persuasif menjadi langkah utama sebelum proses pembongkaran dilakukan di lapangan.
“Sekarang kenapa tidak ada perlawanan? Karena memang kita sudah edukasi, ajak ngobrol secara persuasi,” katanya.
Meski tidak ada kewajiban relokasi maupun kompensasi bagi PKL berdasarkan aturan yang berlaku, Pemkot Bandung tetap menyiapkan solusi lanjutan bagi para pedagang.
“Sebetulnya tidak ada kewajiban untuk relokasi maupun kompensasi, tapi kewajiban kami adalah memberikan pelatihan,” jelasnya.
Salah satu solusi yang disiapkan yakni mendorong para pedagang untuk mulai berjualan melalui platform digital dan marketplace.
“Kami akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang menyediakan platform marketplace e-commerce,” ujar Farhan.
Selain itu, pedagang juga ditawarkan untuk menyewa kios di pasar tradisional yang masih memiliki ruang kosong.
“Kita tawarkan untuk menyewa di pasar, terutama BTM itu masih kosong,” katanya.
Sejumlah kawasan yang menjadi prioritas penataan di antaranya wilayah Sukajadi dan Astanaanyar. Penataan di kawasan Astanaanyar disebut telah dimulai dari Jalan Inggit Garnasih yang kini sudah lebih tertib.
Farhan memastikan proses penertiban dilakukan secara bertahap dengan melibatkan aparat kewilayahan mulai dari camat, lurah hingga Satpol PP.
“Yang masih aktif juga, itu akan kita arahkan untuk masuk ke dalam marketplace digital,” ujarnya.
















