BANDUNG — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai, Senin (13/7/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan seluruh peserta didik baru di Kota Bandung telah mendapatkan akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Kepastian tersebut disampaikan Farhan usai meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah, yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 10, SD Negeri 047, dan SMP Negeri 43 Kota Bandung.
“Alhamdulillah hari ini tidak ada satu pun anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran baru ini terdapat sekitar 22 ribu siswa baru yang diterima di SD Negeri dan sekitar 19 ribu siswa baru di SMP Negeri.
Sementara itu, sekitar 10 ribu siswa lainnya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Dengan demikian, total peserta didik baru di Kota Bandung tahun ini mencapai sekitar 51.000 hingga 52.000 anak.
Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung juga memberikan perhatian kepada siswa yang bersekolah di sekolah swasta melalui program bantuan pendidikan agar seluruh anak tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.
Meski seluruh peserta didik telah mendapatkan sekolah, Farhan mengakui masih ada beberapa kawasan yang menjadi blank spot atau wilayah dengan akses sekolah yang belum memadai.
Karena itu, pembangunan sekolah baru akan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah agar layanan pendidikan semakin merata.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan solusi bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal melalui Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Ada satu anak di kawasan Pagarsih yang usianya sudah 10 tahun dan belum pernah sekolah. Anak seperti ini tidak bisa langsung masuk sekolah reguler maupun Sekolah Rakyat, sehingga kami arahkan ke PKBM sebagai pendidikan kesetaraan,” jelasnya.
Farhan berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti MPLS dengan baik sebagai bekal untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman baru sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai secara penuh pada pekan berikutnya.
















