BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan darurat terhadap jembatan penghubung di RT 05 RW 13, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong telah dilakukan. Meski struktur utama dinyatakan aman digunakan, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan jembatan baru sebagai solusi jangka panjang demi meningkatkan keselamatan masyarakat.
Sebelumnya, kondisi jembatan sempat dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna, terutama anak-anak yang setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk berangkat ke sekolah.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan hasil pemeriksaan teknis menunjukkan retakan pada pondasi telah ditangani menggunakan metode injeksi (grouting), sehingga kekuatan struktur utama tetap terjaga.
“Alhamdulillah, setelah dicek bersama dinas, jembatan ini sudah diperbaiki. Struktur utamanya masih kuat sehingga tidak perlu dibongkar. Sekarang yang menjadi perhatian adalah meningkatkan keamanan pengguna melalui penambahan reling dan penyempurnaan fasilitas pengaman lainnya,” ujar Erwin.
Selain memperbaiki struktur, Pemkot Bandung juga mencatat sejumlah hal yang masih perlu dibenahi. Di antaranya lebar jembatan yang dinilai sempit, reling pengaman yang belum memadai, hingga getaran yang masih terasa saat banyak orang melintas secara bersamaan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari menggunakan jembatan sebagai akses utama menuju permukiman.
Pemkot Bandung Kaji Pembangunan Jembatan Baru
Sebagai langkah lanjutan, Erwin meminta perangkat daerah mengkaji pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif yang telah diusulkan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga di RT 05 dan RT 06 serta menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
“Kita akan melihat opsi pembangunan jembatan baru di lokasi sebelah. Usulan ini akan kami kaji dan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan maupun pada anggaran tahun berikutnya. Terpenting, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.
Warga Minta Solusi Permanen
Dalam dialog bersama warga, Erwin menerima berbagai masukan mengenai kondisi jembatan yang dinilai semakin berisiko ketika musim hujan karena debit air sungai meningkat.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga menghadirkan solusi permanen berupa jembatan yang lebih lebar, aman, dan mampu menunjang mobilitas warga dalam jangka panjang.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Erwin meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bersama jajaran kewilayahan segera menyusun usulan teknis. Selain penambahan reling pengaman, pemerintah juga akan menyiapkan rencana pembangunan jembatan baru sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur kawasan.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Pemkot Bandung menegaskan akan terus merespons laporan masyarakat terkait kondisi infrastruktur secara cepat agar keselamatan pengguna tetap terjamin.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga harus dipastikan aman dan layak digunakan. Karena itu, selain perbaikan yang sudah berjalan, kami akan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.
