BANDUNG — Momentum libur Lebaran 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi favorit di Kota Bandung, Karang Setra Waterland, dipadati ribuan pengunjung sepanjang masa liburan.
Manajemen Karang Setra Waterland menargetkan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 23 ribu orang hingga akhir periode libur Lebaran. Target tersebut dinilai optimistis dapat terlampaui seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata air.

General Manager Karang Setra Waterland, Endang Suhartatik mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung mengalami peningkatan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, alhamdulillah tahun ini ada kenaikan sekitar 500 sampai 600 pengunjung,” ujar Endang saat ditemui Karang Setra Waterland, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, rata-rata kunjungan harian selama libur Lebaran berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang. Bahkan, pada puncak kunjungan di hari ketiga Lebaran, jumlah wisatawan hampir menyentuh angka 5.000 orang dalam satu hari.
Endang juga memprediksi lonjakan pengunjung kembali terjadi pada akhir pekan.
“Untuk hari Sabtu diperkirakan akan kembali ramai, sekitar 4.500 sampai 5.000 pengunjung,” tambahnya.
Selama periode libur Lebaran, harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp55.000 per orang. Setelah masa liburan berakhir, tarif akan kembali normal menjadi Rp50.000 pada hari biasa.
“Selama periode libur Lebaran, harga tiket Rp55.000. Setelah itu akan kembali normal menjadi Rp50.000,” jelasnya.
Tidak hanya warga Bandung, pengunjung yang datang juga berasal dari berbagai daerah, mulai dari Serang, Ciamis, hingga luar Pulau Jawa seperti Lampung dan Makassar. Hal ini menunjukkan Kota Bandung masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat musim liburan.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengelola terus meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, serta kenyamanan. Karang Setra Waterland juga dikenal sebagai destinasi wisata keluarga yang cocok untuk kegiatan berkumpul atau botram.
Dari sisi wahana, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti kolam naga, kolam anak, kolam pantai, hingga permainan air seperti seluncuran, mandi busa, dan waterboom.
Selain itu, sejumlah pembaruan juga dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata.
” Kami melakukan perbaikan dan pengecatan wahana yang sudah sekitar 5 sampai 6 tahun belum direnovasi. Kami juga menambahkan dua wahana baru, yaitu terapi air hangat untuk dewasa dan kolam ikan untuk anak-anak,” tandasnya.
















