BANDUNG – Tak sedikit orang non muslim yang memutuskan untuk masuk dan memeluk agama islam. Bahkan dari tahun ke tahun kian bertambah, disaat pandemi Covid-19 pun tidak mengurangi niat orang yang non muslim untuk menjadi mualaf.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Lautze 2, Koko Rahmat.
Fenomena bertambahnya jumlah mualaf itu terjadi di Masjid Lautze 2, Jl. Tamblong No.27, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.
“Ini sangat fenomenal termasuk di tahun 2020, karena kita ada di situasi Covid-19, dimana ada keterbatasan protokol kesehatan dan sebagainya, tetapi tidak mengurangi jumlah orang yang ingin bersyahadat,” ucap Koko Rahmat di Jalan Tamblong, Jumat (25/12/20).
Koko mengatakan, mereka yang bersyahadat di masjid Lautze 2 telah mencapai 139 orang. Jumlah tersebut merupakan data dari tahun 2017 hingga tahun 2020.
“Titik kebangkitan kami itu tanggal 23 April 2017 dimana kami telah mengikrarkan syahadat 5 saudara, lalu selama 2017 itu total 28 orang, 2018 itu 32, 2019 ada 48 orang, dan 2020 ada 31 saudara baru, jumlah total ada 139 orang,” ungkapnya.
Dia juga mengklaim bahwa tingginya minat mualaf melakukan syahadat di Masjid lautze 2 dikarenakan banyak faktor. Salah satu faktor utamanya yaitu adanya pembinaan yang dilakukan DKM Lautze 2.
“Keunikan karena kita ada pembinaannya, ada komunitasnya, di tempat lain tidak ada, jadi mereka kebingungan, akhirnya mereka lari ke sini, jadi amanahnya kita maksimalkan,” jelasnya.
Koko menambahkan, ada beberapa hal yang dilakukan terkait pembinaan sebelum syahadat. Di antaranya pembinaan yang diberikan dimulai tata cara berwudhu hingga pelatihan praktik salat.
“Setelah itu kita belajar tata cara berwudhu, teori dan praktiknya, tata cara salat dan praktiknya, setelah mengikuti empat pembinaan ini, boleh bersangkutaan mengucapkan ikrar syahadat,” kata dia.
“Lalu setiap hari ahad kami mengadakan KBM pembinaan mualaf jam 08.30 sampai jam 11 belajar tentang alquran, jam 1-2 siang pembelajaran membaca dan menulis alquran, lalu jam 2-3 siang ada kajian aqidah, syariat, dan akhlak,” imbuhnya.
Rahmat menegaskan, perkembangan aktivitas maupun insfrastruktur di Masjid Lautze tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulilah kita dapat banyak support, terutama oleh rumah Salman maupun donatur yang simpati,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Manager Program Wakaf Salman ITB, Luthfi Wisnuwardhana mengatakan pihaknya telah menggelontorkan dana sebesar Rp950.000.000 untuk pembangunan masjid Lautze 2.
“Total yang sudaah disalurkan 950 juta, itu dalam waktu satu setengah tahun, alhamdulilah progresnya cepat,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya membantu pembangunan di Masjid Laautze 2. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan untuk kepentingaan pembinaan para mualaf di masjid tersebut.
“Rencana ditahun 2021 kita akan membantu juga renovasi masjid agar nyaman bagi jamaah dan juga pembinaan para mualaf,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Wakaf Salman ITB terus berupaya membantu pembangunan Masjid Lautze 2.
Terbaru, pada Jumat (25/12/2020) Wakaf Salman menyalurkan dana sebesar Rp200.000.000 untuk membantu pembebasan lahan Masjid Lautze 2 Bandung.
Sementara itu, Masjid Lautze 2 berencana untuk merenovasi penyempurnaan bangunan dan fasilitas di ruko 25, 26, 27, dan 29 yang diharapkan rampung sebelum ramadhaan tahun 2021.
