BANDUNG — Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris akan resmi menjadi mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 Tahun 2025, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan bahasa asing bagi pelajar Indonesia agar lebih siap bersaing di tingkat global.
Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi nyata dari Peta Jalan Pendidikan Nasional yang menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai keterampilan masa depan.
“Bahasa Inggris adalah instrumen kunci dalam mengembangkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Minggu (12/10/2025).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga akan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris melalui pelatihan intensif mulai tahun depan.
“Mulai tahun depan kita akan menyelenggarakan pelatihan intensif untuk guru Bahasa Inggris,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pengajaran juga akan disertai dengan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mengajar.
“Teknologi sangat membantu, namun tidak dapat menggantikan peran guru,” tegasnya.
Selain Bahasa Inggris, ke depan juga akan diperkenalkan mata pelajaran pilihan seperti koding dan kecerdasan buatan (AI) yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran bahasa untuk memperluas wawasan siswa.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menjalankan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI).
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemahiran guru agar mencapai standar internasional CEFR level A2, dengan fasilitator minimal B1+.
Program ini dirancang agar proses belajar berlangsung menyenangkan, bermakna, dan berkesadaran (mindful, joyful, meaningful) serta terintegrasi dalam sistem pembelajaran digital berbasis LMS.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih percaya diri, melek global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
