Tak Terawat, JPO di Jalan Asia Afrika Ini Sejatinya Bisa Jadi Tourism Center

BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan pembersihan jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Asia Afrika.

Perlu diketahui, JPO yang tersebut kondisinya sudah tidak terawat.

Dari pantauan infobandungkota.com, Selasa (4/1/2022) sore, sejumlah petugas dari Dishub Kota Bandung melakukan pemagaran terhadap pintu masuk JPO di Jalan Asia Afrika.

Pemagaran itu dilakukan tidak ada yang menggunakan JPO untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, JPO itu dibangun oleh pihak ketiga dan belum diserahterimakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Jadi begini, JPO Asia Afrika ini belum diserahterimakan kepada Pemkot Bandung, oleh pihak ketiga yang waktu itu membantu pemerintah kota dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika,” ujar Yana di Taman Radio, Jalan Ir H Djuanda, Selasa (4/1/2022).

“Kesatuan dengan, rumput sintetis Alun-alun Bandung dan ternasuk gedung perpustakaan di Alun-alun,” imbuhnya.

Sebab jika belum diserahterimakan, maka JPO itu tanggung jawab pihak ketiga, bukan Pemkot Bandung.

“Itukan sebetulnya belum diserahkanterimakan, jadi masih tanggungjawab pihak ketiga. Tapi ternyata faktanya kita lihat pihak ketiga tidak melakukan pemeliharaan, tahap pertamanya kita bersihkan dulu, kemudian kita kunci,” bebernya.

Di sisi lain, JPO tersebut sejatinya bisa digunakan sebagai tempat tourism centre. Namun masih harus menunggu serah terima dari pihak ketiga.

“Kita lihat nanti, apakah akan digunakan untuk tempat tourism centre atau apa kita lihat setelah proses serah terima pihak ketiga ke pemerintah kota,” ucapnya.

Pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan pihak ketiga. Sementara untuk membongkar JPO juga tentu ada regulasinya.

“Kita lihat nantikan, kan ada regulasinya, kita lihatlah pokonya yang terbaik,” kata Yana.

Sementara itu, Kadishub Kota Bandung, Ricky Gustiadi menjelaskan bahwa pihaknya telah membersihkan sampah-sampah yang ada di JPO Asia Afrika.

“Sudah dibersihkan kemarin, karena (JPO) dijadikan tempat sampah dan tempat buang air kecil sehingga bau pesing dan wisatawan malas untuk menggunakan JPO ini,” katanya.

Ia pun memastikan bahwa JPO Asia Afrika setelah dibersihkan akan difungsikan sebagai mana mestinya.

“Bersih-bersihnya sudah tinggal hal kecil. Ke depannya JPO ini akan difungsikan lagi sebagai penyeberangan dengan mengarahkan pejalan jaki naik ke sana,” ujarnya.

Ricky juga mengakui bahwa telah ada komunikasi mengenai JPO bisa digunakan sebagai tourism center.

“Ya bisa saja karena tempatnya di atas itu luas dan kami bisa isi sesuatu di sana untuk sarana edukasi dan sudah ada pembahasan dengan pak Plt Wali Kota,” tandasnya.