BANDUNG — Kabar baik dan lega akhirnya menghampiri Bobotoh serta jajaran manajemen Persib Bandung. Nama tim berjuluk Pangeran Biru tersebut kini dipastikan sudah tak lagi tercantum dalam daftar sanksi larangan registrasi pemain (registration ban) yang dirilis oleh FIFA.
Berdasarkan pantauan langsung pada laman resmi FIFA, nama Persib Bandung resmi menghilang dari daftar klub yang terkena sanksi. Hal ini menandakan bahwa sengketa dan kewajiban administrasi finansial Persib terhadap mantan pemainnya telah berhasil dituntaskan.
Sengketa Kompensasi dengan Daisuke Sato
Dilansir dari detikJabar, sebelumnya, Maung Bandung sempat masuk ke dalam daftar hitam embargo pemain oleh FIFA sejak 29 Mei 2026. Permasalahan ini bermula dari sengketa kewajiban pembayaran kompensasi kepada mantan bek sayap asal Filipina, Daisuke Sato, usai berpisah dari skuad pada paruh musim 2023/2024.
Sato sempat mengajukan gugatan resmi ke FIFA hingga prosesnya berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport / CAS). Proses di CAS tersebut memakan waktu berbulan-bulan karena lembaga arbitrase internasional harus memverifikasi detail penghasilan Sato di klub barunya secara rinci.
Dari proses hukum di CAS tersebut, Persib akhirnya berhasil mendapatkan pengurangan nilai kompensasi. Tagihan kewajiban yang semula bernilai Rp3,03 miliar berhasil dipangkas menjadi Rp2,7 miliar.
Siap Bergerak di Bursa Transfer
Dengan bersihnya nama Persib dari daftar hukuman FIFA, Maung Bandung kini mendapatkan lampu hijau penuh untuk beraktivitas kembali di bursa transfer, baik mendatangkan pemain lokal maupun legiun asing baru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau rilis resmi lanjutan dari pihak manajemen Persib Bandung mengenai detail penuntasan kewajiban kompensasi tersebut. Namun, hilangnya nama Persib dari laman resmi FIFA menjadi bukti nyata bahwa ancaman embargo pemain telah resmi berakhir.
















