BANDUNG — Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi angkat bicara terkait insiden peredaran minuman keras di tengah gelaran acara Pocari Sweat Run 2025 yang digelar pekan lalu.
Peristiwa tersebut mencuat ke publik setelah beredar video pembagian miras secara terbuka di area publik, yang ramai dipadati warga dan peserta event.
“Kami dari DPRD Kota Bandung sangat menyesalkan sekali. Acara ini sebenarnya sudah dikonsep dengan baik, bahkan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Tapi tiba-tiba dicederai oleh kasus yang sangat mencoreng,” ujar Asep Mulyadi yang dikutip dari instagram Pikiran Rakyat, Selasa (22/7/2025).
Menurut Asep, kejadian ini tidak hanya mencoreng nama baik penyelenggara, tetapi juga merugikan citra Pemerintah Kota Bandung dan DPRD di mata masyarakat.
“Ini sangat memalukan, memalukan buat penyelenggara, memalukan juga buat Pak Wali Kota, dan memalukan untuk kami di DPRD. Harus ada tindakan tegas,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Kota Bandung dan pihak kepolisian segera mengambil langkah konkret agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Peredaran minuman beralkohol itu sudah ada aturannya. Kandungan etanol 5%, 20%, 35% itu ada regulasinya dimana boleh dijual, dimana tidak. Ini justru terjadi di area publik, tempat masyarakat ingin hidup sehat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Asep menilai evaluasi saja tidak cukup, tetapi perlu ada tindakan nyata sebagai bentuk penegakan aturan dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Visi Wali Kota Bandung bagus, Bandung Utama. Tapi kejadian ini justru menciderai visi itu. Tidak cukup hanya dievaluasi, harus ditindak. Jangan sampai ini jadi preseden buruk di kemudian hari,” tutupnya.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi (@kangasmul.id), mendorong Pemerintah Kota Bandung dan pihak kepolisian untuk segera memanggil komunitas Free Runner Bandung yang diduga membagikan minuman keras saat gelaran Pocari Sweat Run 2025.
Desakan juga datang dari warganet, termasuk para peserta lari yang merasa kecewa dengan tindakan tersebut.
“Saya selaku yang mengikuti Pocari Sweat Run sekaligus sebagai warga Bandung, mengecam keras pembagian beer di acara tersebut oleh komunitas @freerunner\_bdg. Karena melanggar perda, besar harapan pemerintah kota Bandung merespon,” tulis akun Virta DC Diputra dalam kolom komentar Instagram Pikiran Rakyat.
Tak hanya itu, pengguna lain juga mengungkapkan kekesalannya karena merasa tidak nyaman dengan perilaku peserta yang membawa dan membagikan minuman keras secara terbuka.
“Ngga lucu, males maafin. Gue yang kerudungan aja kalian pada goyang-goyangin gelasnya depan muka gue. Nyuruh minum? Mau dibilang keren kaya di luar negeri? Norak tau ngga, kampungan,” tulis salah satu netizen yang merasa langsung terdampak saat acara berlangsung, dikutip dari laman yang sama.
















