BANDUNG – Ratusan pekerja dari PT. MJA Kota Bandung terancam tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR). Selian itu, upah bulan April yang harusnya diterima tak kunjung mendapat kejelasan.
Ketua Serikat PT MJA, Novi Susanti menklaim bahwa ada 1.142 pekerja di PT MJA yang belum mendapatkan upah di Bulan April.
“Yang belum dibayarkan ada 1.142 anggota kami termasuk pengurus dan saya pribadi sebagai ketua,” kata Novi saat di Lokasi Demo, Jl. Soekarno Hatta No. 24 Kota Bandung, Senin (10/5/2021).
Novi mengungkapkan, Pemerintah Kota Bandung seharunya lebih peka terhadap masalah tersebut. Menurutnya, Pemkot Bandung harus bisa bertindak tegas dan menekan Perusahaan agar kejadian ini tidak menimpa para pekerja.
“Harusnya pemerintah kan sudah jelas tau, dasar hukumnya apa THR itu seperti apa kenapa tidak bisa menekan pengusah apa hanya demi sebuah amplop mereka melupakan hak-hak kami,” ungkapnya.
“Sudah jelas di Permen Nomor 6 tahun 16 bahwa menyatakan thr itu wajib dibayar kita sudah bekerja 17 hari dan thr tidak ada sangkut pautnya dengan kasus kita dipengadilan phi karena dipengadilan phi itu murni pesangon dan uang upah proses tidak ada sangkut pautnya dengan yang lainnya,” tegasnya.
Novi menegaskan, para pekerja sangat bergantung pada upah dan THR yang belum dibayarkan Perusahaan menurutnya. Apalagi di masa Pandemi, mereka butuh biaya lebih untuk keperluan hidup.
“Teman-teman kami, rekan-rekan kami itu butuh biaya sekarang, apalagi dengan kondisi pandemi sekarang in,” tegasnya.
Novi menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan untuk menuntut hak gaji dan THR yang sampai saat ini belum dibayar oleh perusahaan.
“Tuntutan kami adalah hak-hak kami thr yang belum dibayarkan dan sisa upah yang bulan april berserta sisa cuti tahunan dan ada beberapa rekan kita yang hak cuti hamilnya baru dibayar setengah,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan pekerja melakukan unjuk rasa di depan PT MJA Jl. Soekarno Hatta No. 24 Kota Bandung. Dari pantaun wartawan di Lokasi, Mereka telah memboikot jalan tersebut dengan memarkirkan kendaraan mereka.
















