BANDUNG — Perusakan lahan kebun teh di Pangalengan kembali menyita perhatian publik setelah video penebangan tanaman teh viral di media sosial.
Polresta Bandung kini resmi menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan, dan memastikan akan memburu aktor utama yang diduga mengarahkan serta mendanai kegiatan perusakan tersebut.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah unggahan video yang memperlihatkan hamparan kebun teh di wilayah Malabar ditebang secara brutal. Satuan Reskrim Polresta Bandung langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi.
Tiga Titik Rusak, Total 14 Hektare Kebun Teh Ditebang
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan ada tiga titik kerusakan, yakni:
• Blok Bojongwaru, Desa Margamulya – sekitar 5 hektare tanaman teh ditebang dari pangkal batang dan mengering.
• Blok Cipicung I – kerusakan mencapai 8,25 hektare.
• Blok Cipicung II – sekitar 1 hektare tanaman mengalami kerusakan serupa.
Petugas juga menemukan tumpukan ranting dan batang teh yang sudah dipotong dan diduga akan dibakar.
Dari keterangan PTPN VIII, aksi perusakan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, bahkan pada waktu dini hari saat patroli tidak berada di lokasi. Temuan lain mengungkap bahwa perusakan telah berlangsung sejak awal Oktober 2025.
Polisi: Ada Aktor yang Diduga Mendanai Aksi Penebangan
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menegaskan bahwa penyidik tengah mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat, termasuk dugaan adanya pendanaan kepada warga untuk menebang kebun teh.
“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan saat ini sedang mendalami peran masing-masing pihak.
Termasuk di dalamnya, kami akan mengejar aktor utama, siapa yang mendanai atau menjadi donatur yang memberikan uang kepada masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon teh,” ujar Aldi.
Ia menambahkan bahwa Polresta Bandung sangat berhati-hati agar penyidikan tidak salah sasaran kepada masyarakat kecil yang hanya mengikuti ajakan pihak tertentu.
“Fokus kami adalah mengejar aktornya. Kami tidak ingin masyarakat kecil dikorbankan. Edukasi juga penting agar warga tidak mudah menerima iming-iming untuk menebang kebun teh,” tegasnya.
Dugaan Penyerobotan Lahan, Polisi Panggil PTPN dan Kementerian BUMN
Sebagai tindak lanjut, Polresta Bandung telah menerbitkan Laporan Informasi terkait video viral tersebut. Penyidik juga menjadwalkan pemanggilan beberapa pihak, termasuk:
• PTPN VIII pada 1 Desember 2025
• Kementerian BUMN pada 3 Desember 2025
“Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku serta motif di balik perusakan ini, dan memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional dan transparan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandung.
Gubernur Jabar Turun Tangan, Pekerja Kebun Teh Gelar Aksi
Kasus ini turut menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta Kapolda Jabar dan Bupati Bandung mengambil langkah tegas untuk menghentikan dugaan penyerobotan lahan.
Sementara itu, Serikat Pekerja Perkebunan Teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari menggelar aksi unjuk rasa di Pabrik Teh Malabar.
Mereka menuntut PTPN VIII memperkuat perlindungan kawasan kebun dan menghentikan segala bentuk penyerobotan lahan.
Ancaman Lingkungan: Potensi Banjir Jika Penebangan Terus Berlanjut
Polresta Bandung juga menyoroti dampak lingkungan dari penebangan kebun teh dalam skala besar.
Kawasan Pangalengan memiliki kontur sensitif, sehingga alih fungsi lahan atau pembabatan tanaman teh secara masif berpotensi memicu banjir.
“Jika kebun teh di Pangalengan ditebang secara sembarangan dan brutal, dampaknya dapat memicu banjir. Ini yang kami cegah. Kami berharap informasi ini tersampaikan kepada masyarakat bahwa bahaya banjir sangat luar biasa,” ujar Kapolresta.
Aldi juga mengirim peringatan keras kepada para aktor di balik kasus ini:
“Hentikan tindakan ini, karena kami sedang mengejar Anda.”
















