BANDUNG — Isu kesehatan mental di kalangan anak muda Jawa Barat kini semakin menjadi perhatian. Di tengah tekanan pendidikan, pekerjaan hingga tuntutan sosial yang terus meningkat, banyak pemuda yang terlihat baik-baik saja di luar, namun sebenarnya mengalami kelelahan mental dan tekanan emosional.
Penggerak muda Jawa Barat, Ridwan Ginanjar menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele. Menurutnya, kesehatan mental menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian bersama agar generasi muda mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih sehat dan produktif.
“Banyak yang kelihatan strong, padahal lagi capek banget. Ini realita yang nggak bisa kita abaikan,” ujar Ridwan.
Ia mengatakan, pendekatan terhadap isu kesehatan mental harus dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda. Menurutnya, kegiatan yang terlalu formal justru sering kali sulit menjangkau mereka yang sedang membutuhkan dukungan.
“Misalnya kita bisa mulai dari hal sederhana tapi ngena kayak sharing session santai soal mental health, support group kecil-kecilan, atau workshop self development yang nggak kaku,” jelasnya.
Ia juga mendorong organisasi kepemudaan agar lebih kreatif dalam menghadirkan program yang relevan dengan kondisi anak muda saat ini. Ia menilai ruang-ruang positif seperti creative space, kegiatan komunitas hingga mentoring karier bisa menjadi sarana untuk membantu pemuda merasa lebih didengar dan tidak sendirian menghadapi tekanan hidup.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti olahraga bersama, journaling, diskusi santai hingga aktivitas hobi bersama dapat menjadi cara efektif membangun lingkungan yang lebih sehat secara emosional.
“Organisasi jangan cuma bikin acara formal. Coba bikin yang lebih relate kayak diskusi santai, kegiatan hobi bareng, atau bahkan sekadar ruang ngobrol yang aman. Kadang yang dibutuhin itu didengerin, bukan dihakimi,” tegasnya.
Ia juga mengajak berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang lebih peduli terhadap kesehatan mental generasi muda.
“Yang penting kita mulai dulu. Pelan-pelan bikin ekosistem yang sehat. Biar pemuda Jabar nggak cuma kuat di luar, tapi juga benar-benar kuat dari dalam,” tutupnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik besarnya potensi generasi muda Jawa Barat, ada kebutuhan penting untuk memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang sehat, suportif, dan saling menguatkan secara mental maupun emosional.
