BANDUNG – Ratusan buruh yang berasal dari berbagai serikat pekerja di Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (18/5/2021).
Ratusan massa kali ini menggelar aksi dukungan untuk Palestina yang tengah digempur agresi Israel sejak sepekan yang lalu.
Pantauan Infobandungkota.com, Selasa (18/5) siang, buruh yang berunjuk rasa datang dengan mengenakan atribut bercirikan negara Palestina.
Bahkan pihak kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas di depan Gedung Sate tak terjadi penumpukan antrean kendaraan.
“Hari ini gabungan serikat-serikat buruh Jawa Barat hari ini aksi bukan tentang perburuhan, tetapi hari ini kita melakukan aksi adalah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang beberapa hari kebelakang diserang oleh Israel dan beberapa warga negara sipil anak-anak kemudian perempuan meninggal dunia,” kata koordinator aksi buruh Ajat di sela aksi.
Ajat menekankan bahwa kaum buruh di Jawa Barat juga turut mengecam serangan dan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina.
Dilansir dari Aljazeera (18/5/2021), korban jiwa yang tewas telah mencapai 212 jiwa. 61 korban di antaranya adalah anak-anak.
“Dan kita mengecam serangan yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina maka kaum buruh hari ini menyuarakan dukungan kepada rakyat Palestina dan meminta pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia untuk mendesak PBB segera mengambil sikap tindakan yang tegas dan membawa Israel ke pengadilan internasional,” tegasnya.
“Karena ini pelanggaran HAM yang berat dan pelanggaran perang karena di mana dalam pelanggaran perang itu tidak boleh membunuh warga sipil dan tidak boleh membunuh anak-anak, tapi faktanya hak puluhan anak-anak meninggal dunia,” kata Ajat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum turut mengecam Israel bersama buruh. Menurutnya, penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan yang tercantum dalam UUD 1945.
“Kita sebagai Umat Islam, di Palestina mayoritas Islam. Wajar bila ada satu Umat yang tersakiti, kita juga turut merasakan kesakitannya,” ujar Uu di atas mobil komando buruh.
“Harus kita bela, karena kita umat yang ada di dunia, di Indonesia. PBB harus bersikap dan bertindak adil,” imbuhnya.