BANDUNG – Gubernur Jawa barat (Jabar), Ridwan Kamil menanggapi terkait pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan bahwa status pandemi Covid-19 di Indonesia akan menjadi endemi dalam waktu dekat ini.
Namun Menkes menegaskan, perubahan status pandemi menjadi endemi ini jika vaksinasi lengkap sudah mencapai target pada April 2022.
Ridwan Kamil berharap dengan status Covid-19 menjadi endemi ini, masyarakat tidak merasa panik seperti pada saat Pandemi.
Sebab menurutnya, Covid-19 varian Omicron ini tingkat kefatalanya dirasa cukup rendah dibandingkan varian Delta.
“Endemi itu artinya penyakit tidak hilang tapi orang tidak perlu lagi panik seperti pandemi, seperti kalau anda kena kayak flu kan, ketika makan obat dan istirahat nanti sembuh,” ucapnya seusia meresmikan nama baru Flyover Pasoepati, Selasa (1/3/2022).
“Nah, Covid nanti akan begitu karena di Omicron tingkat fatalitasnya hanya 2 kali lipat dari flu, kalau delta 3 kali lipat makanya yang fatal meninggal banyak,” ujar Kang Emil, sapaannya.
Bahkan menurut Kang Emil, ada masyarakat yang terpapar varian omicron, namun bisa sembuh 3 hari.
“Sekarang (Covid-19 varian omicron), dua sampai tiga hari semua rekor kita menyatakan banyak sembuh, dan 96 persen dirawat di rumah. Jadi tiga atau empat hari sudah pada sembuh. Nah itulah fase endemi,” katanya,
“Jadi artinya tinggal pengumuman proklamasi kapan, kalau sudah proklamasi kita gak pakai masker lagi, berati menyatakan si Covid sudah sama kayak flu, tidak hilang tapi sudah menjadi penyakit biasa yang tidak bikin panik dan fatal,” imbuh Kang Emil.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan bahwa kunci utama dalam kesiapan Kota Bandung menjalani status Covid-19 menjadi endemi ini, yakni pengunaan masker di masyarakat.
“Kalau kita (Kota Bandung) itu kan memang kuncinya itu kalau pun menjadi endemi, proses vaksin sama masker, kalau Covid mah, minimal masker, karena varian apapun penularannya bisa diantisipasi lewat masker,” ujar Yana Mulyana ketika ditemui di Balaikota Bandung, Selasa (1/3/2022).
Namun Yana menegaskan, pada saat endemi nanti pihaknya tidak bisa langs menghilangkan pembatasan kegiatan masyarakat .
“Itu kan perlu kehati-hatian juga, karena gini, kita khawatirnya kalau kapasitas nggak kita batasi, terus ada orang yang lalai, karena dia makan nanti buka masker,” katanya.
“Jadi nanti kita ingatkan terus ya, adaptasi baru, karena endeminya itu penyakit yang lain yang bisa diatasinya dengan vaksin dan masker,” pungkasnya.
