BANDUNG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel sebagai tersangka.
Penetapan ini terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (20/8/2025) malam.
“KPK mengajukan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan 11 orang sebagai tersangka, yakni IBM, kemudian GAH, SB, AK, IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan), FRZ, HS, SKP, SUP, TEM, dan MM,” ujar Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Dilaporkan dari laman Kompas.com.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 14 orang termasuk Noel. Dari operasi itu, penyidik juga menyita uang tunai, sejumlah mobil mewah, hingga motor Ducati. Salah satu ruangan di kantor Kementerian Ketenagakerjaan juga disegel.
“OTT ini digelar terkait kasus pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat K3,” jelas Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
Di channel YouTube KPK RI terlihat Noel sudah mengenakan rompi oranye dan dihadirkan dalam konferensi pers bersama para tersangka lainnya. Kedua tangannya juga tampak diborgol oleh penyidik.
Dari Istana, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menghormati langkah hukum yang diambil KPK.
“(Karena ini) ranah hukum, beliau menghormati proses di KPK dan dipersilakan untuk proses hukum dijalankan sebagaimana mestinya,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/8/2025).
Prasetyo menambahkan, pemerintah prihatin dengan banyaknya anggota kabinet yang terjerat kasus korupsi.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo berkali-kali mengingatkan jajaran menterinya agar tidak menyalahgunakan jabatan.
“Berkali-kali beliau juga telah menyampaikan bahwa kepada seluruh, terutama anggota kabinet, untuk terus menjaga semangat pemberantasan korupsi dalam menjalankan tugas-tugas kesehariannya,” tegasnya.
Menurutnya, peristiwa ini harus jadi peringatan keras bagi semua pihak.
“Ya tentu saja dengan kejadian ini akan, barangkali akan semakin keras kita memberikan dan mengingatkan kepada seluruh jajaran, tidak hanya kepada kabinet,” ucapnya.
















