BANDUNG – Kecamatan Antapani kembali menjadi kecamatan tertinggi penyumbang kasus positif aktif COVID-19 di Kota Bandung.
Saat ini ada 66 kasus positif Covid-19 aktif di Kecamatan Antapani, Kota Bandung.
Kenaikan kasus ini dikarenakan adanya penularan virus corona yang berasal dari klaster perkantoran.
“Penyebabnya, banyaknya dari klaster tempat kerja dibawa ke rumah jadi positif. Kalau positif di rumah harus isolasi mandiri, kalau bergejala dirawat. Kalau dihitung 66 (positif aktif) di 63 RW, kalau kumulatif Antapani tetap nomor satu,” ungkap Camat Antapani, Rachmawati Mulia di Taman Sejarah, Balai Kota Bandung, Selasa (20/04/2021).
Rachmawati menyebut Kecamatan Antapani sempat berada di urutan pertama penyumbang kasus positif Covid-19 pada saat musim liburan. Namun, setelah itu telah terjadi penurunan kasus aktif dan saat ini kembali naik berada di urutan pertama.
“Untuk saat ini, perhari ini ada 66 positif aktif dan tersebar di dua kelurahan di Antapani Tengah dan Wetan,” katanya.
Camat Antapani itu mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan razia protokol kesehatan di masyarakat serta memberikan vitamin kepada petugas.
Selama bulan puasa Ramadan, Rachmawati terus berupaya meminimalisasi kerumunan di lokasi penjual takjil. Serta mengupayakan agar para pedagang menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
“Ada 103 pedagang di Lapang Gasmin yang dibagi tiga waktu, ada yang jualan tiap hari, Sabtu saja dan Minggu di tanah pemda. Para pedagang tersebut menjual berbagai hal seperti pakaian maupun kuliner Bandung,” bebernya.
Rachmawati menambahkan, beberapa pedagang kaki lima berjualan di Jalan Terusan Jalan Jakarta, Jalan Purwakarta dan Jalan Kalijati. Saat ini banyak pedagang dadakan yang berjualan di masa bulan puasa Ramadan.
“Satu kecamatan ada 300an (PKL), kita menata ada jarak, ada pengecekan tiap kelurahan. Jangan ngumpul dan pakai masker karena kita tidak bisa melarang mereka,” pungkasnya.
















