BANDUNG – Ratusan mahasiswa Universitas Langlang Buana (UNLA) Kota Bandung menggelar aksi demonstrasi, pasa Senin (27/12/2021).
Aksi yang digelar di halaman UNLA ini merupakan bentuk protes mahasiswa kepada manajemen kampus.
Mereka menuntut agar manajemen kampus transparansi terkait alokasi dana lembaga mahasiswa. Mereka juga mendesak agar manajemen kampus memberikan tidakan tegas kepada oknum yang telah melakukan pelecehan seksual.
“Jadi pada tahun 2018 dua atau tiga tahun kebelakang, khusunya WR 3 (Wakil Rektor) kita (Universitas Langlang buana) melakukan itu (pelecehan seksual),” kata Ketua Koordinator aksi, Bintan Simbolon, saat ditemui di Jalan Karapitan, Kota Bandung, Senin (27/12/2021).
Akai ini juga bertujuan agar para oknum-oknum tersebut agar seger ditindak oleh pihak kampus.
“Sekarang nama WR 3 itu malah mengajar kembali, kemudian dikasih kesempatan oleh kampus padahal itu harus ditindak tegas,” tegasnya.
“Jadi kami mengangkat ini, supaya oknum-oknum yang merusak nama baik kampus, kru harus dikeluarkan dari kampus,” bebernya.
Mahasiswa juga melayangkan 15 poin tuntutan kepada manajemen kampus.
“Jadi kita ini mengkritisi secara keseluruhan, bahkan cara-cara aksi ini tidak kami lakukan jika kampus hari ini bisa dengan baik-baik diskusi dengan kami di audensi. Dan dari 15 poin itu (tuntutan), kampus itu tidak beritikad baik, tidak mau berdiskusi dengan kita,” jelasnya.
Namun andai pihak kampus masih melakukan hal serupa, maka mahasiswa akan mendatangkan masa yang lebih besar lagi.
“Minggu depan kita akan melakukan aksi kembali, dengan masa yang lebih besar lagi, dan saya harap ini (15 tuntutan), bisa cepat-cepat di selesaikan,” ujarnya.
Berikut adalah 15 poin tuntutan dari mahasiswa Universitas UNLA Kota Bandung kepada manajemen kampus :
- Menentukan dwi fungsi jabatan WR
- Menuntut rektorat untuk segera mengangkat WR 3
- Menuntut kampus mengklarifikasi terkait penggusuran sekre mahasiswa secara sepihak
- Menuntut kampus menyediakan fasilitas berupa kesekretariatan untuk masing-masing lembaga
- Menuntut kampus atas keterbukaan kode etik
- Memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian terhadap seluruh unsur yang melakukan pelecehan seksual
- Menuntut kampus atas keterbukaan statuta
- Menuntut atas keterbukaan DPP
- Menuntut transparansi alokasi dana lembaga mahasiswa
- Menuntut keterbukaan kampus atas persentasi kenaikan DPP
Menuntut keterbukaan kampus terhadap kebijakan rektor mengenai SK ujian Nasional - Mendesak kampus untuk mempersiapkan program beasiswa dengan prosedur yang jelas
- Menuntut kampus untuk merevisi SK wajib UKM menjadi SK wajib berorganisasi
- Menuntut kejelasan fungsi BAK
- Menuntut kejelasan otoritas BAK dalam pencairan anggaran kemahasiswaan