BANDUNG – Terdapat sebuah makam atau kuburan bertuliskan ‘Iboe Idjah’ yang berdempetan dengan salah satu rumah warga di Gang Linggawastu, Tamansari, Kota Bandung.
Menurut tokoh masyarakat setempat, Aceng Sutisna (65) mengatakan, makam tersebut sudah ada sejak ia lahir pada 1957-an silam.
“Dari bapak lahir, makam ini sudah ada tahun 57. Memang dulunya kawasan ini pemakaman karena selain ini ada juga di sebelah sana (menunjuk beberapa belas meter) ada pemakaman juga,” kata Aceng kepada Infobandungkota.com, Jumat (5/11/2021).
Selain itu Aceng menjelaskan, jika kawasan Linggawastu Tamansari ini dulunya disebut Neglasari, yakni daerah berupa pepohonan rimbun dan alang-alang tinggi serta tempat pemakaman.
“Itu makam menurut cerita orang tua kenapa ini jadi makam dulu gatau tahun berapa itu ada musibah semacam wabah penyakit tipes colera jadi yang di tanam disini itu gatau orang mana karena melihat disini tanahnya kosong,” bebernya.
Namun sampai saat ini, belum diketahui secara pasti kapan makam tersebut dibuat. Bahkan di makam tersebut pun tidak tertulis tanggal kelahiran dan tahun kematian.
Aceng menambahkan, meskipun makam ini berada di gang, anggota keluarga dari almarhumah beberapa kali melakukan ziarah kubur atau nadran jelang hari Raya Idul Fitri atau Ramadhan.
“Katanya makam ini dengan makam yang dekat sini masih satu jalur (keluarga),” ujar Aceng.
Kendati demikian, warga setempat sejauh ini tidak mempermasalahkannya dan belum ada niatan untuk menindahkan makan tersebut.
Hanya saja, puluhan tahun silam warga sempat takut karena sepinya daerah tersebut. Namun seiring perkembangan zaman, lokasi semakin ramai sehingga tak lagi sepi dan menakutkan.
“Dari dulu Juga nggak masalah, kalau dulu sempat takut pokoknya daerah ini angker sampingnya pohon pohon yang besar, pohon jati dan Alang-alang nya pun tinggi,” ujarnya.
















