• Tentang Kami
  • Iklan
  • Privacy Policy
Saturday, 9 May 2026
Advertisement
  • Login
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA
LAPOR
No Result
View All Result
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA
No Result
View All Result
Infobandungkota.com
Home Bandung Kota

Meli Buktikan ODHIV Bisa Berkeluarga dan Punya Keturunan

febri oktapiana by febri oktapiana
29 Nov 2022
in Bandung Kota
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Meli Buktikan ODHIV Bisa Berkeluarga dan Punya Keturunan
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG – Tiga tahun hidup sebagai penyintas atau orang dengan HIV (ODHIV), Meli Yulian mampu mengembalikan semangat hidupnya lagi. Setelah terpuruk hingga berat badannya turun dari 45 kg menjadi 28 kg.

“Bahkan saya sampai lumpuh. Badan sisa tulang doang. Saya sudah pakai kursi roda,” kenang Meli.

Berita Terkait

DPRD Bandung Soroti Ruang Kelas Kurang dan Masalah Lahan Sekolah

DPRD Bandung Soroti Ruang Kelas Kurang dan Masalah Lahan Sekolah

9 May 2026
Bandung Kaji Teknologi Baru Pengolah Sampah, Bisa Olah Hingga 50 Ton per Hari

Bandung Kaji Teknologi Baru Pengolah Sampah, Bisa Olah Hingga 50 Ton per Hari

8 May 2026
Lomba Masak Sehat di Regol Jadi Cara Edukasi Cegah Stunting dari Rumah

Lomba Masak Sehat di Regol Jadi Cara Edukasi Cegah Stunting dari Rumah

8 May 2026
Jalan Rusak hingga Trotoar Bandung Mulai Dibenahi, Kebut Perbaikan di Sejumlah Titik

Jalan Rusak hingga Trotoar Bandung Mulai Dibenahi, Kebut Perbaikan di Sejumlah Titik

7 May 2026

Dalam acara Active Case Finding (ACF), Senin 28 November 2022 di Kecamatan Mandalajati, Meli membagikan kisahnya melawan HIV stadium 3.

Ia mulai tahu status HIV yang diidapnya atau Orang Dengan HIV (ODHIV) sejak 2019. Kemudian, pada 2020 Meli mulai terapi.

“Saya sakit berkepanjangan, bolak-balik ke RS tidak sembuh-sembuh. Akhirnya disarankan untuk tes VCT (voluntary counselling and testing). Awalnya masih sangat awam dengan HIV,” akunya.

Ia mulai terapi melalui pengobatan Antiretroviral (ARV). Untungnya ia belum masuk ke fase AIDS, tapi sudah lumayan parah karena memasuki stadium 3.

Jika tidak ditindak dengan terapi Antiretroviral (ARV), infeksi HIV kronis ini akan terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan.

Melalui pengobatan ARV, pengidap HIV mampu mempertahankan risiko penularan virus yang rendah, meskipun melakukan aktivitas seksual kepada orang dengan negatif HIV.

“Saya tidak pernah telat terapi ARV. Saya juga terbuka dengan keluarga, saudara, dan teman terdekat. Ada dukungan dari mereka. Suami juga sangat mendukung saya. Alhamdulillah suami negatif HIV,” ungkapnya.

Meski ia akui mulanya tak mudah untuknya jujur dengan kondisi HIV kepada keluarga. Sehingga Meli memilih untuk terapi dulu sampai sehat. Setelah itu ia beranikan diri untuk menyampaikan ke keluarga.

Bahkan ia sempat ingin bunuh diri, merasa hidupnya sisa beberapa hari lagi. Namun, ia kembali bangkit karena memiliki support system yang baik dari keluarganya.

“Saya pendamping layanan HIV di RSHS. Banyak penyintas yang tidak berobat dengan benar karena tidak memiliki ‘support system’ yang baik,” ucapnya.

“Jadi mereka merasa sendiri, ingin bunuh diri dan seperti tidak ada harapan hidup. Saya membantu teman-teman yang sendiri untuk mendapat ‘support system’ juga,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, virus HIV memang tidak bisa hilang, tapi bisa ditekan aktivitasnya. Ibaratnya virus tersebut dikurung dengan pengobatan terapi.

“ARV ini disubsidi pemerintah, gratis. Di tahun 2004 obatnya sudah disubsidi sama pemerintah. Paling cuma bayar pendaftaran. Kalau di puskesmas Rp3.000, di RSHS administrasinya Rp45.000,” jelasnya.

Setelah rutin terapi dan konsultasi dengan dokter, Meli pun menjalani program hamil. Akhirnya, setelah menikah 5 tahun, kini ia tengah mengandung anak pertama. Setelah ia mulai hidup sehat, olahraga, makan, dan tidur teratur.

Kini kandungannya sudah jalan 6 bulan. Meski ia akui ada rasa takut jika kelak anaknya juga positif HIV.

“Tapi ketakutan itu tidak terlalu berlebihan karena saya juga minum obatnya sudah rutin,” tuturnya.

Biasanya bayi bisa terkena virus HIV jika ibunya hamil besar, tapi belum dites HIV. Sebab sang ibu belum pernah menjalani proses terapi.

“Tapi kalau kita sudah direncanakan, lihat ‘viral load’-nya dulu untuk mengetahui jumlah virus HIV apakah masih terdeteksi atau tidak. Imun tubuh kita juga dilihat apakah sudah bagus atau di bawah rata-rata,” paparnya.

Ia berpesan bagi para generasi muda Kota Bandung untuk tidak melakukan hubungan bebas dan menggunakan obat terlarang.

“Jangan sampai jadi menyesal. Hargai hidup kita. Jangan lakukan kesalahan fatal yang akibatnya seumur hidup,” tegasnya.

Tags: HIVHIV/AIDSKota Bandungpemerintah kota Bandung

Rekomendasi untuk Anda

DPRD Bandung Soroti Ruang Kelas Kurang dan Masalah Lahan Sekolah
Bandung Kota

DPRD Bandung Soroti Ruang Kelas Kurang dan Masalah Lahan Sekolah

9 May 2026
Bandung Kaji Teknologi Baru Pengolah Sampah, Bisa Olah Hingga 50 Ton per Hari
Bandung Kota

Bandung Kaji Teknologi Baru Pengolah Sampah, Bisa Olah Hingga 50 Ton per Hari

8 May 2026
Lomba Masak Sehat di Regol Jadi Cara Edukasi Cegah Stunting dari Rumah
Bandung Kota

Lomba Masak Sehat di Regol Jadi Cara Edukasi Cegah Stunting dari Rumah

8 May 2026
Jalan Rusak hingga Trotoar Bandung Mulai Dibenahi, Kebut Perbaikan di Sejumlah Titik
Bandung Kota

Jalan Rusak hingga Trotoar Bandung Mulai Dibenahi, Kebut Perbaikan di Sejumlah Titik

7 May 2026
DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Miskin
Bandung Kota

DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Miskin

7 May 2026
Tambah Kelas dan Sekolah Baru, Pemkot Bandung Kucurkan Rp125 Miliar untuk Pendidikan
Bandung Kota

Tambah Kelas dan Sekolah Baru, Pemkot Bandung Kucurkan Rp125 Miliar untuk Pendidikan

6 May 2026
Next Post
Bandung Tetap Kondusif, Yana Ucapkan Terima Kasih

Bandung Tetap Kondusif, Yana Ucapkan Terima Kasih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Perkara Doni Salmanan, Si “Sultan Soreang” Naik ke Proses Penyidikan

Doni Salmanan Asetnya Dikembalikan dan Bebas dari Kewajiban Ganti Kerugian korban

15 December 2022
Mobil Seruduk Motor yang Terparkir, Begini Penjelasan Polisi

Mobil Seruduk Motor yang Terparkir, Begini Penjelasan Polisi

2 April 2022
Ini Besaran UMK Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2021

Ini Besaran UMK Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2021

22 November 2020
Buah Batu Mulai Steril dari Kabel dan Tiang, APJATEL Tegaskan Bukan Sekadar Seremonial

Buah Batu Mulai Steril dari Kabel dan Tiang, APJATEL Tegaskan Bukan Sekadar Seremonial

15 December 2025
Prakiraan Cuaca Bandung Raya Hari Ini, Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Seorang Wanita Melakukan Percobaan Bunuh Diri di Flyover Pasupati, Begini Ceritanya

30 September 2021
Infobandungkota.com

© PT Nusantara Data Indonesia

PT CIPTAMAYA PRAKASA INDONESIA

  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Privacy Policy
  • Media Partner

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA

© PT Nusantara Data Indonesia

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In