BANDUNG – Warga Bandung diminta untuk waspada dan lebih berhati-hati di musim peralihan atau pancaroba saat ini. Sebab potensi bencana alam seperti banjir, longsor dan pohon tumbang dapat terjadi. Terlebih saat ini kondisi pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia.
“Kondisi alam begini kewaspadaan adalah keniscayaan. Misalnya berteduh di pohon yang kita ragu hindari apalagi di masa pandemi kurangi mobilitas,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna kepada wartawan di balaikota Bandung, Senin (29/03/2021).
Ema pun mengaku sudah meminta dinas terkait untuk mendata pohon-pohon di Kota Bandung yang rawan tumbang. Hal itu terkait dengan sering terjadinya pohon tumbang saat hujan deras.
“Kita sudah minta ke DPKP3 sejak lama pohon itu disensus itu artinya secara keilmuan orang dibidangnya akan tahu apakah pohon dibidangnya apakah masih layak atau tidak ya. Kan itu ada ilmunya kalau sudah tidak layak tidak ada alasan lain dipapas atau dipotong,” jelas Ema.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang di Kota Bandung dan berpotensi menyebabkan terdapat korban. Untui itu, pihak dinas terkait harus segera mendata dan mengecek pohon yang rawan.
Ema mengklaim bahwa masyarakat pun tidak perlu segan untuk mengajukan permohonan pemotongan pohon yang berpotensi tumbang. Pihaknya berupaya memperhatikan hal tersebut untuk jauh lebih diperhatikan.
Sebelumnya Hujan deras yang terjadi di Kota Bandung, minggu (28/3/2021) sore kemarin menyebabkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Jalan Dipatiukur dan Jalan Sersan Bajuri dan menimpa pengendara motor sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, belasan kios mengalami kerusakan akibat dampak tersebut
















