Setelah Pelajar, Dedi Mulyadi Rancang Program Barak Militer untuk Warga yang Bermasalah

Photo / jabarprov.go.id

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewacanakan perluasan program pendidikan disiplin di barak militer tak hanya untuk siswa, tetapi juga warga dewasa yang dianggap bermasalah.

Hal ini ia sampaikan usai meninjau langsung pelaksanaan program di markas Resimen Armed 1 Kostrad Purwakarta, Jumat (2/5/2025).

Dedi menyebut, keputusan itu baru akan diambil setelah melihat hasil evaluasi program bagi pelajar dalam satu bulan ke depan.

“Saya berencana setelah SMP dan SMA ini berhasil, saya lihat nanti sebulan ke depan, maka nanti yang dewasa,” ujarnya, dilansir dari laman Tirto.id, Minggu (4/5/2025).

Target dari program versi dewasa ini adalah mereka yang kerap membuat masalah di lingkungan sosial, seperti terlibat tawuran, mabuk-mabukan, hingga sulit diproses secara hukum karena pelanggaran yang tergolong ringan.

“Yang suka nongkrong-nongkrong di perempatan, mabuk-mabukan, tawuran, yang susah diproses pidananya karena tindak pidananya ringan, kalau pun dipidana masuknya LP malah naik tingkatan kejahatannya, nah itu nanti saya siapkan konsepnya,” jelas Dedi.

Sebagai informasi, Pemprov Jabar sudah memulai program pendidikan karakter bagi siswa bermasalah pada 2 Mei 2025. Dalam program yang melibatkan TNI dan Polri ini, sekitar 30 hingga 40 barak disiapkan sebagai tempat pembinaan.

Siswa yang ikut adalah mereka yang dinilai sulit dibina di sekolah atau terindikasi melakukan pelanggaran berat, dan dipilih berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua.

Program ini berlangsung selama enam bulan.