BANDUNG – Bandung memiliki segudang tempat kuliner, tentunya dengan rasa yang lezat dan menu yang bervariatif.
Bukan hanya di pusat kota saja, bahkan tempat kuliner juga terdapat di kawasan kampus. Terlebih, kampus menjadi salah satu kawasan hidup yang tidak terlewatkan dalam hal perkulineran lantaran banyaknya pedagang yang menjajakan makanan dan minuman bagi kalangan pelajar, staf dan pengajar.
Tidak ada salahnya, bagi masyarakat umum jika hendak menjajaki makanan yang ada di kawasan kampus, terutama di Universitas Islam Bandung (Unisba).
Kampus yang satu ini memiliki kantin deret yang menjadi ikon tempat berkulinernya mahasiswa Unisba. Mulai dari makan berat, hingga makanan ringan pun terdapat disini.
Tidak perlu khawatir, harga makanan di kantin deret Unisba sangat terjangkau, dan tidak bikin sobat Bandung merogok kocek dalam-dalam, lho.
Nah, berikut tim Infobandungkota.com merekomendasikan makanan yang ada di kantin deret Unisba berikut ini:
1. Dapur Oseng Mercon Unisba

Mahasiswa Unisba pasti sudah tidak asing lagi dengan santapan yang lezat ini. Ya, Dapur Oseng Mercon adalah favoritnya.
Pemilik kedai ini, Cristin mengungkapkan konsep miliknya ini yang membedakan adalah cita rasa bumbu yang dasar dan nasional dengan racikan rahasia pemilik. Lalu uniknya, nasi diberi kriuk agar sensasi makan berbeda dan perpaduan akan menjadi lebih krispi, gurih dan enak.
“Yang menarik adalah bumbu yang dasar dan nasional banget dengan racikan rahasia ibu. Terus nasi diberi kriuk agar sensasi makan dengan perpaduan nasi dan daging menjadi krispi, gurih dan enak,” katanya.
Di Dapur Oseng Mercon ini, cumi dan ayam menjadi menu andalan favorit yang banyak diminati. Namun, untuk menu yang lainnya itu sendiri terdapat oseng paru, jando, babat, cumi bahkan ayam semuanya berkumpul disini.
“Menu yang paling banyak dibeli itu Cumi dan Ayam. Di samping itu, kita punya paru, jando, babat. Untuk harga itu relatif terjangkau kisaran Rp15.000 – 25.000,” ujarnya.
Perlu diketahui, biasanya untuk setiap paketan itu sudah termasuk Oseng Mercon Daging dan Nasi Kriuk. Lalu, Oseng Mercon sendiri buka setiap hari nya.
Dibuka sejak pukul 10.00 – 17.00 WIB.
2. Ian Brawijaya

Siapa sih yang tidak suka jika melewati wangi dengan sambal terasi?
Ya, kali ini adalah Ayam Penyet Ian Brawijaya, masih dengan kuliner kantin deret Unisba.
Mahasiswa Unisba sering meramaikan kedai yang satu ini. Jadi tidak aneh jika sangat ramai dikunjungi, bahkan sudah ada julukan khusus dengan nama Ayam Bau, maksud bau disini adalah wangi yang semerbak di kantin deret sampai bikin hidung pengunjung ingin menyicipinya.
Pemilik kedai ini, Andri mengaku jika sambal penyet adalah ikon favorit pengunjung alasan ingin membeli kedainya ini. Karena menurutnya sambel ini memakai bumbu khusus seperti terasi yang asli dari Lamongan.
” Yang membedakan dan menjadi daya tarik disini adalah sambel nya. Salah satu nya terasi yang sangat wangi dan menyengat karna langsung dari lamongan asli,” ujarnya.
“Bahkan disini saya sudah sudah dari tahun 2009 – sampai sekarang, mahasiswa Unisba mengenal nya dengan sebutan ayam bau hingga sekarang,” tambahnya.
Kemudian, selain daging ayam juga terdapat lele, nila, kerapu. Ayam penyet menjadi menu favorit yang banyak diminati pengunjung.
“Menu andalan adalah ayam penyet, selain ayam juga ada lele, nila, kerapu. Untuk harga itu sangat terjangkau kisaran Rp16.000 – 20.000. Paket sudah termasuk 1 macam daging, nasi dan sambal lalap” ujarnya.
Jam buka mulai pukul 09.00 – 22.00 WIB.
3. Gerobak Cinta Maklor (Makaroni telor)

Pecinta makaroni mungkin ada dimana-mana, seperti di kantin deret Unisba yang sangat ramai sekali pengunjung bahkan kalangan anak TK dan SD pun ikut meramaikan kedai Gerobak Cinta Makaroni Telor.
Pemilik kedai, Agus menceritakan jika makaroni telor disini berbeda dengan lainnya, terdapat bumbu racikan rahasia yang menjadikan orang ramai ingin membeli maklor disini. Selain itu juga, dengan ciri khas teknik memasak yang sering di aduk.
” Menjadi pembeda dengan makaroni lain karena dengan bumbu racikan sendiri. Terus teknik memasak dengan cara diaduk terus menerus juga membuat rasa jadi berbeda,” tuturnya.
Pasalnya, harga yang sangat terjangkau kisaran hanya Rp8.000-10.000. menu ini yang membedakan hanya di toping saja, termahal ditambah baso atau sosis sesuai request pembeli.
” Harga sangat terjangkau dari 8.000-10.000. Yang membedakan hanya di toping saja, di termahal ada baso atau sosis sesuai request pembeli, dan yang termahal menjadi menu favorit disini,” ujarnya.
Kemudian, ia menceritakan jika berjualan di kantin deret sudah 7 tahun lamanya, yakni dari tahun 2015.
Buka dari pukul 07.00 – 18.00 WIB.
4. Cilung Cimin 96 Asgar

Jika melewati kantin deret banyak diramaikan mahasiswa Unisba. Melewati kedai ini ramai dengan mayoritas yang anak muda, bahkan dari TK sampai SMA ikut meramaikan. Dinamai dengan Cilung Cimin 96 Asgar.
Pemilik kedai, Iqbal mengungkapkan jika kedainya sangat ramai karena harga yang sangat terjangkau berkisar Rp5.000 – 8.000 saja. Menu selain cilung dan cimin, ada juga telor-teloran di simpan pada harga termahal.
” Disini ramai banget, bahkan memang kalangan sangat muda dari TK sampai mahasiswa. Karena harga yang memang sangat terjangkau hanya Rp. 5000 – 8000 sudah bisa membeli makanan enak dan kenyang,” jelasnya.
” Termahal ada di telor-teloran, termurah itu ada dicikung dan cimin,” tambahnya.
Dari ketiga menu tersebut tidak ada yang membedakan dengan tempat lain, namun keunikan nya disini sudah ada semua makanan favorit anak muda.
” Disini sebenernya tidak ada bumbu yang membedakan sama saja, cuma memang yang menjadi keunikan nya disini ada semua. Dalam arti makanan favorit anak muda pasti suka ketiga menu ini,” katanya.
Buka dari pukul 07.00 – 18.00 WIB.
Write by Nadia Ayu (Int)
















