Yana Mulyana Ingatkan RS hingga Puskesmas Tak Membeda-bedakan Status Fasilitas Pasien

BANDUNG – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terus berupaya melakukan pegingatan kepada seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) terutama Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas untuk tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta BPJS.

Yana menyampaikan peringatan tersebut menyusul adanya warga Kota Bandung yang merupakan pasien pengidap kanker stadium 4 meninggal akibat kelalaian dari petugas RS ternama yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

“Kami tentunya dari Pemerintah Kota akan berupaya mengingatkan seluruh faskes (Fasilitas Kesehatan) baik Rumah Sakit maupun Puskemas untuk bisa memberikan pelayanan yang baik kepada siapapun tanpa membeda-bedakan status dan Fasilitas seperti penggunaan BPJS atau fasilitas kesehatan lainnya yang dimiliki oleh orang yang akan menerima pelayanan kesehatan,” tegas Yana saat mengunjungi kediaman Pasien pengidap kanker yang meninggal di RSHS Bandung, Sabtu (21/5/2022).

Yana menjelaskan, bahwa kunjungannya ke kediaman pasien tersebut bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah dalam kejadian tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Yana ini pun mengaku belum mendapat laporan yang pasti dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi.

“Jadi kami datang ke sini bukan untuk mencari siapa yang benar atau yang salah, karena tentunya jujur kami belum mendapatkan laporan dari Kadinkes yang sudah berusaha memediasi dan memfasilitasi ketemu dengan pihak Rumah sakit,” ujar Kang Yana.

“Tapi sekali lagi ini adalah bentuk simpatik kami, dan mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi siapapun, bagi pemberi pelayanan bagi kita yang akan mendapatkan pelayanan, dan mudah-mudahan ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua, dan ini menjadi yang pertama dan terakhir yang terjadi di Kota Bandung,” lanjutnya.

Diwartakan sebelumnya, Viral sebuah video yang merekam momen seorang suami yang kecewa dengan pelayanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dalam video tersebut, suami merekam kekecewaan lantaran istrinya yang menjadi pasien disana tengah dirawat dan amat membutuhkan oksigen.

Namun pelayanan perawat disana disebut lambat dalam penanganan, sehingga pasien itu meninggal dunia.

Arif Susanto selaku suami pasien itu menceritakan kronologis penanganan perawat di RSHS yang dianggapnya lalai sehingga menimbulkan korban.

Ia menceritakan bahwa istrinya divonis kanker kulit stadium akhir, dirujuk ke RSHS setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Santo Yusuf, Kota Bandung.

Pasien kemudian mendapat perawatan intens sejak Rabu (11/5/2022).

Namun karena kondisinya yang memang sudah parah, pasien kemudian harus mendapatkan bantuan oksigen untuk bernapas, tetapi sangat sulit didapat.

Arif pun menuntut pihak rumah sakit melihat kondisi keluarganya, dan tidak lari dari tanggungjawab.

“Saya tidak mau gimana gitu, cuman minta (RSHS) datang ke sini, lihat kondisi saya, anak saya, ibu saya. Minta maag lah intinya ma ke sini (saya),” kata dia kepada Infobandungkota.com di rumahnya, Jumat (20/5/2022).

“Jadi tidak ada kepikiran jauh-juah. Hanya mintta maaf ke saja, ibu dan anak. Itu saja,” tegasnya.

BACA JUGA

Pasien Kanker Stadium 4 Meninggal, Pihak RSHS Minta Maaf

Viral Pasien di RSHS Bandung Meninggal Kekurangan Oksigen, Suami Beberkan Kronologinya