BANDUNG — Kawasan Kebun Binatang Bandung dipastikan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka hijau di tengah kota, selama penggunaannya dilakukan secara tertib serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Dengan luas sekitar 11,7 hektare, Kebun Binatang Bandung memiliki peran strategis sebagai penyangga ekologis di kawasan perkotaan yang padat.
Keberadaannya dinilai penting tidak hanya untuk fungsi lingkungan, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dinikmati warga.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan tersebut sebagai ruang hijau yang bisa diakses masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ruang hijau di tengah kota ini penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kualitas hidup masyarakat,” ujar Farhan.
Farhan menjelaskan, secara operasional pengelolaan Kebun Binatang Bandung berada di bawah Yayasan Margasatwa Taman Sari, sementara kewenangan perizinan konservasi satwa berada di Kementerian Kehutanan.
Karena itu, setiap langkah yang diambil harus sesuai dengan aturan dan kewenangan masing-masing pihak.
“Kewenangan izin konservasi ada di Kementerian Kehutanan. Pemerintah kota tentu berhati-hati agar tidak melampaui aturan yang ada,” katanya, beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah daerah terus memastikan aspek kesejahteraan satwa tetap menjadi perhatian, termasuk melalui pemantauan distribusi pakan serta koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait.
Selain fungsi konservasi, pengelolaan Kebun Binatang Bandung juga diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi kepentingan publik, tanpa mengesampingkan fungsi lingkungan dan kelestarian kawasan.

Upaya mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau publik diyakini akan memberikan dampak positif yang luas, baik bagi warga Kota Bandung maupun bagi keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Keberadaan kawasan hijau ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga ruang interaksi sosial serta penyangga ekologis yang penting di pusat Kota Bandung.
















