BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung memantau kondisi lingkungan di Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Sabtu, 17 Januari 2026.
Monitoring ini merupakan tindak lanjut Program Siskamling Siaga Bencana ke-75 sekaligus memastikan berbagai persoalan infrastruktur warga mendapat penanganan nyata.
Dalam kunjungannya, Farhan meninjau sejumlah titik di wilayah RW 02 yang selama ini kerap dikeluhkan warga, mulai dari jalan rusak, persoalan sanitasi, hingga banjir akibat saluran air tersumbat. Sejumlah arahan strategis pun disampaikan langsung di lapangan.
Lurah Cirangrang, Iwan Rijwan mengatakan, terdapat tiga usulan utama yang disampaikan kepada Wali Kota Bandung. Salah satunya bahkan telah direalisasikan melalui program Perkasa.
“Yang pertama sudah selesai, itu pekerjaan hotmix melalui program Perkasa. Hasilnya bagus, volumenya juga sesuai,” ujar Iwan.
Selain perbaikan jalan, Wali Kota Bandung juga menginstruksikan pembangunan septic tank sebagai solusi awal untuk mengatasi persoalan sanitasi yang berdampak pada genangan dan banjir.
“Septic tank akan dilaksanakan melalui pergeseran anggaran. Ini perintah langsung Pak Wali, jadi tidak boleh ada kendala lagi,” ungkapnya.
Ketua RW 02 Kelurahan Cirangrang, Asep Kardiman menjelaskan, persoalan paling krusial di wilayahnya berada pada saluran air yang tersumbat, khususnya di RT 01.
“Air tidak bisa mengalir, akhirnya naik ke atas dan menyebabkan banjir. Makanya solusinya harus dari bawah dulu, bikin septic tank baru masalah lainnya bisa diselesaikan,” jelas Asep.
Ia mengapresiasi respons cepat Wali Kota Bandung yang langsung memberikan solusi saat turun ke lapangan.
“Alhamdulillah, solusinya jelas dan arahnya langsung dari Pak Wali. Hari ini semua yang dibahas sudah clear,” katanya.
Selain persoalan banjir, drainase di sekitar masjid juga menjadi perhatian warga. Meski sebelumnya sudah terdapat saluran, warga mengusulkan penambahan agar aliran air lebih optimal dan tidak kembali menimbulkan genangan.
Asep menambahkan, RW 02 juga aktif mengajukan berbagai usulan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Program Prakarsa.
“Kalau Musrenbang biasanya fokus ke kebersihan dan persampahan. Tapi untuk Prakarsa, mayoritas usulan dari kami itu bedah rumah atau Rutilahu,” ungkapnya.
Ia menyebut, RW 02 termasuk wilayah dengan jumlah rumah tidak layak huni yang cukup tinggi dibanding RW lainnya. Namun demikian, banyak pengajuan bedah rumah yang telah disetujui.
“Alhamdulillah, dari dulu RW 02 memang paling banyak bedah rumah dan pengajuannya juga banyak yang disetujui,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam merespons langsung persoalan warga, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan lingkungan melalui Program Siskamling Siaga Bencana.
















