BANDUNG — Proses Layanan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Terintegrasi Kota Bandung Tahun Ajaran 2026/2027 baru saja menyelesaikan seluruh rangkaian agenda 16 hari masa pelayanan posko tatap mukanya.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung, tercatat ada banyak catatan penting dan statistik menarik yang menggambarkan jalannya peta pendaftaran sekolah tahun ini.
Sepanjang dibukanya posko pelayanan tatap muka terintegrasi sejak 18 Mei hingga 11 Juni 2026 kemarin, respons dan antusiasme warga Bandung tergolong sangat banyak.
Tercatat, petugas gabungan di lapangan telah menerima hingga 1.537 layanan konsultasi dan pengaduan dari para orang tua atau wali murid yang sedang mengawal putra-putrinya.
Urusan Adminduk Jadi Kendala Utama, Disdukcapil Kebanjiran Laporan
Ada fakta menarik di lapangan yang terekam dalam data harian SPMB kali ini. Jika biasanya seleksi sekolah identik dengan keluhan teknis aplikasi pendaftaran atau kuota sekolah, tahun ini kendala terbesar masyarakat justru berada di ranah administrasi kependudukan (Adminduk).
Dari total ribuan layanan tatap muka yang masuk, posko dinas kependudukan menjadi titik yang paling padat.
Keluhan di posko Disdukcapil membeludak hingga mencapai 895 aduan/konsultasi. Angka ini jauh melampaui jumlah aduan di posko Dinas Pendidikan sendiri yang mencatatkan 518 aduan, serta posko Dinas Sosial (terkait urusan verifikasi data bantuan sosial untuk jalur afirmasi) yang menerima 124 aduan.
Persoalan seputar Kartu Keluarga (KK), keabsahan titik zonasi domisili, hingga sinkronisasi data kependudukan lama tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah utama yang paling banyak membingungkan wali murid di lapangan selama masa seleksi berlangsung.
71% Pengaduan di Kanal Resmi Berhasil Diselesaikan
Meskipun gelombang konsultasi membeludak di posko luring (offline), penanganan laporan secara daring (online) melalui kanal pengaduan resmi terpantau bergerak cepat.
Dari total laporan masuk khusus pada sistem kanal aduan, sebanyak 71% di antaranya dinyatakan telah selesai ditangani.
Secara rinci, dari total 35 pengaduan utama yang masuk pada sistem, 25 aduan telah berhasil mendapatkan solusi konkret dan diselesaikan secara tuntas oleh tim verifikator.
Sementara itu, 5 aduan saat ini sedang dalam proses penyelesaian akhir, dan 5 aduan tersisa merupakan laporan yang baru masuk pada hari terakhir penutupan layanan (11 Juni pagi), sehingga masuk dalam antrean respons berkala.
Petugas dan Multi-Kanal Informasi yang Disiagakan
Kelancaran penanganan aduan ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan personil gabungan yang disiagakan setiap harinya oleh Pemerintah Kota Bandung. Untuk memastikan pelayanan yang inklusif dan merata, disiapkan kekuatan tim dengan rincian sebagai berikut:
- Petugas Tatap Muka: Minimal 15 orang personil siaga per hari di posko utama.
- Tim Chatbox & Layanan Digital: 5 orang petugas (sistem dual job).
- Tim Verifikator Data: 5 orang personil khusus penanganan validasi dokumen.
- Layanan Operator (OP) Sekolah: 3 orang koordinator teknis.
- Unit Layanan Disabilitas (ULD): 10 orang personil pendamping khusus guna memastikan pelayanan yang ramah disabilitas.
Seluruh tim ini didukung oleh penyediaan 7 jenis kanal informasi terintegrasi, yang meliputi Posko Terintegrasi fisik, akses langsung ke 689 WhatsApp Sekolah dan Disdik, Instagram, TikTok, YouTube, aplikasi Chatbox, serta Channel WhatsApp resmi.
Intip Peta Persaingan Sengit Pendaftar Tahap 1
Sebagai informasi pelengkap, rilis data makro SPMB Kota Bandung untuk Tahap 1 menunjukkan angka kompetisi yang cukup ketat. Total keseluruhan peserta didik yang resmi mendaftarkan diri pada Tahap 1 ini mencapai 17.843 calon peserta didik.
Dominasi pendaftar berada pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan angka mencapai 14.371 siswa, disusul oleh pendaftar jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3.472 siswa.
Belasan ribu pendaftar tersebut saling berkompetisi sehat untuk memperebutkan alokasi kursi yang tersedia di 344 sekolah negeri di wilayah Kota Bandung, yang terdiri atas 269 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 75 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
**
Sumber: Data Resmi Laporan Harian SPMB Kota Bandung TA 2026/2027 (Dinas Pendidikan Kota Bandung).















