BANDUNG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan di Kabupaten Bandung kini resmi berganti nama menjadi RS Welas Asih, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Perubahan nama ini bukan sekadar administrasi, tetapi mencerminkan semangat baru dalam pelayanan kesehatan yang berakar pada nilai budaya lokal.
Zidney Fahmidyan, Analis Hukum Ahli Pertama RSUD Al Ihsan, menyampaikan bahwa pergantian nama rumah sakit ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur.
“Sebetulnya untuk tindak lanjut arahan dari Pak Gubernur langsung ya, bahwa harapannya rumah sakit Al Ihsan itu sudah akan berubah menjadi rumah sakit Welas Asih. Yang dimana untuk pergub, untuk Keputusan Gubernur Jawa Baratnya sudah mulai 19 Juni,” ujar Zidney, saat seperti dilansir dari laman cnnindonesia.com pada Selasa (1/7/2025).
Zidney menambahkan, manajemen rumah sakit kini tengah menyiapkan proses transisi menuju nama baru secara menyeluruh.
“Tinggal persiapan pelaksanaan yang dari bawah menuju ke 100 persen,” jelasnya.
Lebih jauh, Zidney menjelaskan alasan filosofis di balik perubahan nama tersebut.
Gubernur Dedi Mulyadi ingin membawa nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pelayanan rumah sakit.
“Jadi untuk saat ini, harapan dari Gubernur Jawa Barat itu memunculkan kearifan budaya Sunda. Sehingga sebenarnya dari Welas Asih pun Pak Gubernur ambil itu dari nama indah di Ar-Rahman dan Ar-Rahim,” tambahnya.
Perubahan ini juga diamini oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Rochady, membenarkan bahwa nama rumah sakit tersebut kini resmi menjadi RS Welas Asih.
“(Ganti) RS Welas Asih,” ujar Rochady saat dikonfirmasi di hari yang sama.
Menurut Rochady, rumah sakit ini sebelumnya merupakan milik swasta sebelum akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Dulunya kan rumah sakit swasta, dan belum ganti nama ketika diambil alih oleh provinsi,” jelasnya.
Sebagai informasi, peletakan batu pertama pembangunan RSUD Al Ihsan dilakukan pada 11 Maret 1993 oleh Yayasan Al Ihsan.
Rumah sakit ini mulai beroperasi pada 12 November 1995, dan secara resmi menjadi milik Pemprov Jabar sejak tahun 2004.
















