BANDUNG – Berdasarkan prakiraan dari BMKG, wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat tengah memasuki dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan. Berikut ringkasan kondisi cuaca yang perlu kamu ketahui:
Dinamika Atmosfer Global
• SOI (Southern Oscillation Index): 14.4, memengaruhi pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia.
• IOD (Indian Ocean Dipole): -0.15 (normal ±4), mendukung pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat.
• ENSO Nino3.4: -0.52 (normal ±0.4), tidak memengaruhi pola konvektif di wilayah timur Indonesia.
• MJO (Madden Julian Oscillation): Aktif di kuadran 6 (Western Pacific), meningkatkan potensi hujan di Indonesia hingga sepekan ke depan.
Di skala regional, anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan Jawa Barat yang hangat mendukung pembentukan awan hujan, sementara kelembapan udara di lapisan 850-700 mb mencapai 60-95%.
Prakiraan Cuaca Wilayah Bandung Raya
• 23 Desember 2024: Cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari. Suhu 20-29°C, kelembapan 60-95%, angin Barat Laut 5-20 km/jam.
• 24 Desember 2024: Hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi sepanjang hari. Suhu 21.4-29.8°C, kelembapan 60-96%, angin Barat Laut 5-19 km/jam.
• 25 Desember 2024: Potensi hujan ringan hingga lebat pada siang dan malam hari. Suhu 21-29.4°C, kelembapan 60-95%, angin Barat Laut 5-17 km/jam.
Musim Hujan di Bandung Raya
Wilayah Bandung Raya telah memasuki musim hujan, ditandai dengan dominasi angin Monsun Asia.
Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari 2024, dengan curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Himbauan untuk Masyarakat
• Waspadai curah hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore dan malam hari.
• Hindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem. Cari tempat berlindung yang aman.
• Tetap waspada terhadap potensi bencana seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
• Perbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Himbauan untuk Pengelola Tempat Wisata
Pengelola tempat wisata diimbau untuk:
• Memantau prakiraan cuaca secara berkala.
• Memastikan keamanan fasilitas dan jalur evakuasi.
• Menutup sementara area rawan seperti sungai, curug, atau jalur pendakian saat cuaca ekstrem.
• Mensosialisasikan potensi bahaya kepada pengunjung melalui pengumuman atau media sosial.
Himbauan untuk Pengunjung
• Periksa prakiraan cuaca sebelum berkunjung.
• Patuhi arahan pengelola wisata terkait kondisi cuaca.
• Hindari area rawan bencana demi keselamatan.
• Gunakan peralatan yang aman, seperti alas kaki anti-slip, terutama di area licin.
Tetap waspada, persiapkan diri, dan selalu prioritaskan keselamatan selama musim hujan ini.