BANDUNG — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, secara resmi membuka gelaran Bandung Futsal League (BFL) U-17dan Women Bandung Futsal League (WBFL) U-19 tahun 2025, yang berlangsung di Queen Futsal Katamso, Sabtu (26/7/2025).
Turnamen ini menjadi ajang penting dalam pembinaan atlet muda serta pengembangan ekosistem olahraga futsal di Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Erwin menekankan pentingnya olahraga sebagai medium pembentukan karakter generasi muda.
“Futsal adalah media yang sangat efektif untuk menyalurkan energi, mengembangkan bakat, serta memperkuat nilai-nilai kerja sama dan sportivitas. Liga ini bukan semata-mata ajang perebutan juara, tapi juga ruang pembelajaran tentang bagaimana bersikap di bawah tekanan dan bekerja sama dalam tim,” kata Erwin.
Ia juga menyoroti urgensi menyediakan ruang positif bagi remaja, mengingat maraknya penyalahgunaan zat berbahaya belakangan ini.
“Baru-baru ini saya menerima laporan anak muda yang meninggal karena minuman berbahaya. Maka dari itu, olahraga seperti futsal ini adalah alternatif positif yang harus terus kita dorong,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Bandung disebut tengah menjajaki rencana penyediaan sarana latihan futsal yang representatif di berbagai wilayah.
Erwin menyatakan akan membuka ruang diskusi dengan Wali Kota Bandung untuk mengalokasikan anggaran pembangunan maupun revitalisasi lapangan futsal agar dapat diakses masyarakat secara gratis.
“Insyaallah, kami akan coba diskusikan dengan Pak Wali agar pemuda-pemudi yang hobi futsal ini bisa punya tempat latihan yang layak. Kita ingin pemuda Bandung punya ruang berkembang yang positif,” tuturnya.
Selain itu, Erwin juga mendorong kolaborasi antarwilayah seperti RW, kelurahan, dan kecamatan agar memanfaatkan kompetisi ini sebagai wadah pengembangan potensi remaja di lingkungannya.
Menutup sambutannya, Erwin menyampaikan pesan moral kepada para atlet muda agar menjaga kesehatan, pola tidur, dan konsumsi makanan bergizi.
Ia juga mengajak pelatih dan klub untuk memberi pola asuh yang membentuk mental dan fisik yang kuat.
“Kesehatan fisik adalah modal utama. Kita tidak bisa berharap anak muda menjadi pemimpin masa depan kalau tubuhnya lemah. Maka, kita semua harus turut mendukung mereka—baik secara moral, fasilitas, maupun pembinaan mental dan fisik,” tutupnya.
















