BANDUNG — Pasar Ciroyom Bandung akan ditata dan direvitalisasi secara menyeluruh. Perumda Pasar Juara Kota Bandung menargetkan proses revitalisasi berlangsung sekitar dua tahun, dengan pemindahan pedagang dilakukan secara bertahap agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Revitalisasi dilakukan setelah Perumda Pasar Juara melakukan uji kelayakan terhadap kondisi bangunan Pasar Ciroyom. Pemeriksaan mencakup struktur bangunan, instalasi mekanikal elektrikal, plumbing hingga proteksi kebakaran.
Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, mengatakan hasil uji tersebut menunjukkan adanya sejumlah bagian yang membutuhkan penanganan, salah satunya instalasi listrik yang tingkat kelayakannya hanya sekitar 27 persen.
“Dari hasil uji keandalan bangunan tersebut, Perumda Pasar merencanakan revitalisasi pasar sebagai bagian untuk menjamin keandalan bangunan, menjamin keselamatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta mengembalikan fungsi Pasar Ciroyom sebagai pusat perdagangan yang layak,” kata Aditya di Pasar Ciroyom, Selasa 29 September 2026.
Revitalisasi Ditargetkan Rampung Tahun Depan
Aditya menjelaskan, Pasar Ciroyom dibangun pada 2004 oleh pihak ketiga, PT Anugerah Parahyangan Jaya (APJ). Kerja sama tersebut berakhir pada 2024 dan aset serta pengelolaan pasar kemudian diserahterimakan kepada Perumda Pasar Juara.
Setelah serah terima, Perumda Pasar melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekaligus melakukan verifikasi administrasi terhadap status hak pakai ruang dagang para pedagang.
Saat ini terdapat 1.054 ruang dagang di Pasar Ciroyom. Dari jumlah tersebut, sebanyak 743 ruang dagang atau sekitar 70,2 persen telah terjual hak pakainya.
Aditya mengatakan revitalisasi secara teknis diproyeksikan rampung tahun depan. Namun, Perumda Pasar masih membuka kemungkinan pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.
“Kalau dari perencanaan teknis itu kita buat timeline-nya memang panjang. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Revitalisasi akan berfokus pada area lantai dasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan. Total luas lantai yang akan ditata mencapai sekitar 9.000 meter persegi.
Pedagang Akan Dipindahkan ke TPPS
Agar aktivitas jual beli tidak berhenti selama proses pembangunan, Perumda Pasar menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) di kawasan eks-terminal di sisi utara pasar.
Aditya mengatakan pedagang nantinya akan dipindahkan secara parsial setelah TPPS siap digunakan.
“Nanti saat TPPS sudah jadi dan itu akan jadi akses baru juga ke atas nanti pedagang akan pindah ke TPPS,” jelasnya.
Skema pemindahan secara bertahap tersebut dilakukan agar seluruh pedagang tidak harus meninggalkan area pasar secara bersamaan dan aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung selama proses revitalisasi.
Pedagang Dukung, Minta Pembangunan Dipercepat
Rencana revitalisasi mendapat dukungan dari para pedagang Pasar Ciroyom. Ketua Paguyuban Pedagang, Haji Dadi, mengatakan pembangunan menjadi angin segar bagi pedagang yang selama ini menghadapi kondisi pasar yang dinilai kurang nyaman, terutama ketika hujan.
“Dari dulu sudah berapa kali ganti wali kota, Ciroyom terkenalnya becek. Nah, sekarang ada pembangunan. Mudah-mudahan pembangunan itu lebih meningkatkan daya beli para pedagang,” kata Haji Dadi di Pasar Ciroyom, Selasa 29 September 2026.
Ia berharap proses pembangunan dapat dipercepat sehingga fasilitas pasar bisa segera kembali digunakan oleh pedagang dan masyarakat.
“Kalau bisa Ramadan itu sudah bisa dipakai parkir lagi dan warga sudah bisa mulai belanja,” ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian revitalisasi akan memberikan rasa nyaman bagi pedagang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pedagang Soroti Keamanan hingga Parkir
Dukungan serupa disampaikan pedagang jamur, Koko Abdul Kholik. Ia mengatakan para pedagang pada prinsipnya mendukung program Perumda Pasar untuk memperbaiki dan menata kawasan Ciroyom.
“Semua pedagang insyaallah mendukung dengan program-program Perumda dengan perbaikan pasar sampai semuanya dirubah, sampai diperbaiki,” ujar Koko.
Namun, Koko berharap pembenahan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan. Aspek keamanan, kenyamanan, dan pengelolaan parkir juga diminta menjadi perhatian.
“Kami meminta ke pihak Perumda supaya dalam segi keamanan dan kenyamanan itu dijaga, ditingkatkan terus. Tidak ada ketidaknyamanan dari segi keamanan, dari parkir semua itu harus ditingkatkan,” katanya.
Ia juga meminta bangunan permanen yang berada di sejumlah lorong ditertibkan karena dinilai menghambat aktivitas dan pergerakan di dalam pasar.
“Lorong-lorong yang ada bangunan-bangunan yang sifatnya permanen yang mengganggu aktivitas itu dibersihkan semua. Supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas yang lain,” ungkapnya.
Koko berharap revitalisasi dapat memberikan perubahan terhadap wajah Pasar Ciroyom sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib dan nyaman.
“Mudah-mudahan dengan revitalisasi Pasar ini bisa memberikan wajah baru untuk Pasar Ciroyom,” tuturnya.
Dukung Revitalisasi
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi, mengatakan Pemkot Bandung menyambut baik rencana revitalisasi Pasar Ciroyom.
Menurutnya, pembenahan pasar diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang digunakan pedagang sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian di sekitar pasar.
“Kami dari Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini sangat menyambut baik adanya revitalisasi Pasar Ciroyom karena pertama, akan meningkatkan sarana dan prasarana yang akan dinikmati oleh pedagang juga untuk meningkatkan perekonomian sekitar pasar ikut terdongkrak oleh kegiatan ini,” ujar Dicky.
Dicky menjelaskan aset Pasar Ciroyom telah dipisahkan dan diserahkan kepada Perumda Pasar Juara sebagai salah satu BUMD Kota Bandung. Pemkot Bandung menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan aset tersebut.
Ia menambahkan, rencana revitalisasi yang dilakukan Perumda Pasar tetap dilaporkan kepada Wali Kota Bandung dan telah mendapatkan persetujuan Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Termasuk dalam penetapan harga hak pakai ruang dagang yang telah melalui proses penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
“Secara teknis itu menjadi kewenangan dari direksi,” tuturnya.
Dengan revitalisasi tersebut, para pedagang berharap Pasar Ciroyom tidak hanya memiliki bangunan yang lebih layak, tetapi juga lingkungan perdagangan yang lebih aman, bersih, tertib dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
