BANDUNG — Penataan kabel udara di Jalan Kopo, Kota Bandung, mulai dilakukan secara bertahap. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat bersama para operator sepakat melakukan pemotongan dan penurunan kabel udara sebagai bagian dari penataan jaringan di ruas jalan tersebut.
Ketua Apjatel Jabar, Yudiana, mengatakan penataan kabel di Jalan Kopo merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 43. Selain Jalan Kopo, terdapat sejumlah ruas lain yang menjadi bagian dari program penataan, di antaranya Buahbatu dan Jalan Mohammad Toha.
Menurut Yudiana, pemotongan kabel di Jalan Kopo dilakukan secara parsial untuk memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Ya, sesuai dari Perwal Kota Bandung, Perwal 43, bahwa jalur-jalur yang harus kita turunkan operator itu selain dari Buahbatu, Moh. Toha, dan Kopo. Nah, hari ini sesuai kesepakatan, operator sudah siap untuk melakukan pemotongan.”
Pemotongan Kabel Dilakukan Bertahap
Yudiana menjelaskan, Apjatel bersama operator juga berkoordinasi dengan pengelola ruas jalan provinsi agar proses penataan tidak berdampak terhadap layanan telekomunikasi masyarakat.
Karena itu, kabel yang sistem jaringannya sudah siap terlebih dahulu dipotong. Sementara kabel lainnya akan ditangani secara bertahap hingga seluruh jaringan di Jalan Kopo selesai ditata.
“Tapi dari sisi kami sebagai pengurus, meminta juga ke Bapak Provinsi, pengelola jalan, ruas jalan Provinsi, supaya tidak ada terdampak layanan, akhirnya pengendalian atau pemotongan ini kita lakukan secara parsial. Jadi kabel-kabel yang sudah sistem baru kita potong, supaya tidak ada dampak ke masyarakat.”
Yudiana menyebut terdapat sekitar 14-15 operator yang terlibat dalam penataan kabel di Jalan Kopo. Seluruh proses ditargetkan selesai pada 30 September 2026.
“Ini intinya dari operator kita komitmen bahwa ruas Kopo ini kita lakukan pemotongan, dan alhamdulillah semua sudah sepakat. Tapi secara sistem, kita pemotongan dengan cara parsial, yang sudah aktif baru kita potong. Sisanya nanti, tadi kita sudah sepakat di tanggal 30 semuanya ruas Kopo ini harus sudah turun semua, tiangnya, kabelnya sudah kita potong. Dari total kurang lebih 14-15 operator, tanggal 30 nanti selesai untuk Jalan Kopo.”
Yudiana memastikan proses penataan tidak ditujukan untuk mengganggu layanan telekomunikasi masyarakat.
“Betul, karena itu komitmen kami. Program tetap berjalan tapi layanan kepada masyarakat tetap terjaga.”
Setelah Kopo, Penataan Berlanjut ke Mohammad Toha
Setelah Jalan Kopo, penataan kabel udara akan dilanjutkan ke sejumlah ruas lainnya.
Yudiana menyebut ruas yang menjadi sasaran berikutnya adalah Jalan Mohammad Toha, Terusan Pasirkoja, hingga area Exit Tol Pasirkoja.
“Selanjutnya nanti kita ke Moh. Toha. Moh. Toha, terusan Pasirkoja, exit Tol Pasirkoja.”
Kabel Lama Berpotensi Membahayakan
Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, mengatakan penataan kabel udara merupakan bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat untuk membuat tata kota lebih rapi.
Menurutnya, persoalan kabel udara bukan hanya terkait kabel yang masih aktif. Di sejumlah lokasi juga terdapat kabel lama yang sudah tidak digunakan, termasuk kabel dengan sling yang berpotensi membahayakan.
“Jadi alhamdulillah, ini merupakan keinginan masyarakat, juga program Pemerintah juga untuk relokasi kabel udara ke bawah tanah. Karena di atas ini selain kabel aktif, banyak juga kabel yang sudah mati, kabel lama yang ada sling-nya yang mungkin kadang-kadang membahayakan.”
Indra berharap penataan kabel dapat terintegrasi dengan jaringan infrastruktur pasif telekomunikasi yang dibangun pemerintah kota.
“Jadi kita bagi perwakilan juga dari pemerintah sangat mendukung sekali. Kemudian kalau bisa nanti terintegrasi dengan jaringan infrastruktur pasif telekomunikasi yang dibangun oleh kota, jadi tidak ada yang…terganggu nanti ke bawah jadi terintegrasi, nyambung, terkoneksi.”
Ia juga menekankan agar proses relokasi tidak merugikan pelanggan.
“Dan itu tadi, jangan sampai ada pelanggan yang dirugikan. Dan kebetulan Kopo sendiri dulu yang bangun Kota Bandung, cuma sekarang sudah beralih ke Provinsi. Dan alhamdulillah Apjatel dengan para operator bisa menyelesaikan relokasinya.”
Pemprov Jabar Dukung Penataan Kabel Udara
Subkor Perizinan Dinas Bina Marga Pemprov Jabar, Yanra Zulkarnain, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan penataan kabel udara di ruas jalan provinsi.
Ia mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan provinsi, terutama kawasan perkotaan dan pusat aktivitas masyarakat.
“Kami sangat mendukung sekali kegiatan ini, Pak. Perapian untuk perapian kabel udara yang ada sesuai dengan program Pak Gubernur juga, ingin merapikan apa… kabel-kabel udara yang ada di ruas-ruas jalan provinsi, terutama mungkin yang ada di dalam kota gitu ya, yang pusat-pusat ramai ini.”
Yanra juga menyampaikan apresiasi kepada Apjatel dan para operator yang terlibat dalam proses penataan.
“Dan saya juga sangat terima kasih kepada teman-teman Apjatel dan operator yang sudah bersusah payah untuk melaksanakan kegiatan ini dengan baik.”

Diharapkan Jadi Contoh bagi Daerah Lain
Dukungan juga disampaikan Diskominfo Provinsi Jawa Barat. Ketua Tim Pengeloaan Infrastruktur Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Rinaldy Ardyansyah Rukman, mengatakan penataan kabel udara menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tata kota di kawasan urban.
Menurutnya, Kota Bandung diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Barat dalam melakukan penataan kabel udara.
“Jadi kita, sesuai dengan arahan Pak Gubernur, untuk beberapa lokasi yang utamanya untuk urban, ya kita akan coba rapikan, utamanya untuk kabel udara. Yang mana nanti ke depannya, Kota Bandung ini menjadi salah satu contoh bagi kabupaten/kota lainnya untuk bisa melakukan perapian kabel-kabel udaranya.”
Namun, ia mengingatkan agar proses eksekusi tetap memperhatikan keberlangsungan layanan pelanggan dan kebersihan setelah kabel dipotong.
“Namun kami harapkan, semasa eksekusinya tidak mengganggu layanan kepada pelanggan, dan juga turut memperhatikan kebersihan, utamanya kabel-kabel yang nanti sudah dipotong itu harus rapi.”
Rinaldy juga mengapresiasi koordinasi Apjatel, para operator, serta inisiatif Pemkot Bandung dalam melakukan penataan tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua operator, ada Apjatel yang sudah mengkoordinir, dan juga Pemkot Kota Bandung ini yang atas inisiatifnya sangat-sangat bagus ya dalam hal merapikan tata kotanya. Nanti ke depannya kita harapkan di seluruh Jawa Barat bisa meniru hal yang sama, membuat kota yang lebih rapi. Mungkin itu.”
















