BANDUNG — Kota Bandung bersiap menyambut sang juara! Euforia kemenangan Persib di Liga 1 akan memuncak dalam gelaran Pawai Juara yang digelar Minggu pagi, 25 Mei 2025.
Ribuan bobotoh sudah memadati jalur pawai sejak pagi hari, menanti arak-arakan yang dimulai dari Balai Kota dan berakhir di Gedung Sate.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa perayaan ini harus berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga, khususnya kegiatan ibadah.
“Konvoi sedang menunggu kedatangan para pemain dan piala. Tanpa mereka, kami tidak akan mulai,” tegas Farhan saat ditemui di Balai Kota.
Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes dan komunitas pendukung telah menyusun skema pawai secara detail, termasuk pengaturan akses ke tempat ibadah yang berada di sekitar lokasi start.
“Ada 4 gereja di sekitaran Balai Kota. Jalur keluar-masuknya sudah kami jaga agar kegiatan ibadah sampai jam 9 pagi tidak terganggu,” tambahnya.
Pawai dijadwalkan bergerak mulai pukul 09.00 WIB dan ditargetkan tiba di Gedung Sate pukul 12.00 siang.
Setelah istirahat dan ibadah, acara dilanjutkan hingga waktu salat asar sebelum melanjutkan sesi penutupan di kawasan Tegalega.
“Setelah zuhur, acara dilanjut sampai asar. Baru kemudian kita berangkat ramai-ramai ke Tegalega untuk penutupan,” ujar Farhan.
Ia juga menekankan bahwa penutupan di Tegalega harus rampung sebelum maghrib.
“Acara di Tegalega harus selesai sebelum maghrib. Itu sudah jadi kesepakatan kami dengan polisi dan Viking Persib Club,” ungkapnya.
Adapun rute yang dilalui meliputi Balai Kota – Jalan Wastukencana – RE Martadinata – Ir. H. Djuanda – Sulanjana – Diponegoro – Cilamaya – Banda – dan berakhir di Gedung Sate.
Farhan mengatakan bahwa ia dan jajaran Pemkot Bandung akan berada di bagian belakang konvoi sebagai penyapu, memastikan menjaga pawai tetap kondusif dari awal hingga akhir.
“Paling depan ada pengawalan dari polisi dan TNI, lalu mobil Persib yang membawa piala. Di belakangnya pemain, pelatih, dan tim yang berjasa membawa Persib juara. Mobil saya berada paling belakang sebagai penyapu,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada euforia, Pemkot juga mengedepankan kebersihan selama hari raya.
Tahun ini, konsep pawai dibuat lebih ringkas agar petugas kebersihan bisa bekerja lebih optimal.
“Jadi, petugas mulai kerja dari maghrib dan bersih-bersih sampai tuntas malam ini juga,” pungkas Farhan.















