BANDUNG — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memperingatkan seluruh lurah dan camat di Kota Bandung untuk lebih sigap mengawasi wilayahnya dari kemunculan titik kumpul sampah liar.
Dalam inspeksi mendadak ke Pasar Gedebage pada Senin (26/4/2025), Farhan menemukan kondisi tumpukan sampah yang parah, bahkan volumenya mencapai 1.120 meter kubik, ditambah sekitar 20 ton tambahan per hari.
Farhan menegaskan bahwa selama seminggu ke depan, tidak boleh ada lagi sampah yang menumpuk di wilayah manapun di Bandung.
“Setiap lurah dan camat yang membiarkan terjadinya kumpul sampah di wilayahnya akan mendapatkan sanksi langsung dari wali kota. Selama seminggu ke depan, tidak boleh terjadi lagi,” tegas Farhan, Senin (28/4/2025).
Ia juga memperingatkan bahwa penanganan sampah ini butuh ekstra hati-hati karena sampah lama yang mengendap bisa menghasilkan gas metana berbahaya.
“Hati-hati ngangkutnya, takutnya di bawah udah ada rendaman metan, khawatir meledak,” ujar Farhan.
Saat ini, pengangkutan sampah besar-besaran tengah dilakukan dengan target 40 ritase per hari menuju TPA Sarimukti. Farhan memperkirakan pembersihan total akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari.
“Wayahna urang Bandung hampura. Kita berkorban dulu selama tiga hari untuk penanganan sampah di Gedebage,” ucapnya.
Jika pengelolaan sampah di Pasar Gedebage tidak juga membaik, Pemerintah Kota Bandung berencana mengambil alih penuh pengelolaan pasar tersebut.
“Kalau berdasarkan izin dari gubernur dan kesepakatan dengan wali kota, pemerintah kota akan mengambil alih pengelolaan itu,” kata Farhan.
















