BANDUNG — Bandara Internasional Husein Sastranegara menggelar simulasi Airport Emergency Exercise (AEE) 2025 pada Rabu (24/9/2025) pagi. Simulasi ini merupakan latihan rutin dua tahun sekali yang wajib dilakukan bandara sebagai bentuk penerapan standar keselamatan penerbangan.
Dalam skenario kali ini, digambarkan pesawat maskapai Erlong Air gagal lepas landas dan mengalami kebakaran di area landasan.
Tim penyelamat dari Angkasa Pura, Lanud Husein, serta seluruh stakeholder terkait langsung bergerak cepat melakukan pemadaman api, evakuasi korban, hingga penanganan komunikasi darurat.
General Manager Angkasa Pura Husein Sastranegara, Indra Crisna Seputra, menyebut simulasi berjalan baik dan sesuai regulasi. “Tidak ada catatan khusus, semua bisa terlihat terbuka, baik melalui live maupun CCTV. Dari pemadaman, evakuasi korban, hingga komunikasi antar tim, semuanya bisa disaksikan. Kecepatan waktu tadi masih masuk regulasi yang berlaku,” ungkap Indra usai kegiatan.
Sementara itu, Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Nav Md. Irman Fathurrahman, menegaskan pentingnya latihan ini bagi seluruh personel. “Dengan adanya kegiatan ini kita bisa menguji kesiapan, baik personel Lanud maupun stakeholder lainnya. Sehingga kita selalu siap menghadapi kejadian darurat apapun, meskipun tentu kita berharap hal itu tidak terjadi,” jelas Irman.
Simulasi ini juga menjadi bagian dari penerapan 3S+1C (safety, security, service, dan compliance) yang wajib dijalankan setiap bandara sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.
















