BANDUNG — Lembaga survei Parameter Konsultindo (Parmet) merilis hasil survei terbaru soal kepuasan warga terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang baru menjabat sejak Februari 2025.
Hasilnya, baru 44% responden yang menyatakan puas, sedangkan 47,6% belum puas dan 8,5% tidak memberikan jawaban.
Survei dilakukan pada 3–10 Mei 2025 terhadap 485 warga Bandung berusia 17 tahun ke atas melalui wawancara tatap muka. Margin of error survei ini berada di angka ±4,5% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Menurut CEO Parmet, Agus Aribowo, angka 44% ini bisa dianggap sebagai awal yang menjanjikan, mengingat masa jabatan pasangan Wali Kota Farhan dan Wakilnya Erwin baru berlangsung sekitar tiga bulan.
“Kepuasan baru 44 persen, tapi ini modal awal yang baik. Kepemimpinan itu bukan sprint, tapi rally maraton. Tidak mungkin semua selesai dalam setahun,” ujar Agus saat memaparkan hasil survei di Bandung, Senin (2/6/2025).
Sampah dan Pengangguran Jadi Sorotan Utama Warga
Survei ini juga mengungkap isu-isu yang paling dikhawatirkan warga.
Persoalan pengelolaan sampah menempati posisi teratas dengan 29,3% responden menyebutnya sebagai masalah paling mendesak, disusul oleh pengangguran dan kurangnya lapangan kerja sebesar 22,9%, serta kondisi ekonomi sebesar 11,8%.
Agus menegaskan bahwa dua isu besar ini sampah dan pengangguran harus segera jadi perhatian serius pemerintah kota.
“Penanganan sampah dan pengangguran serta penciptaan lapangan kerja adalah dua hal yang sangat penting dan krusial menurut publik,” ujarnya.
Dalam rilis resminya, Parmet juga menyebutkan bahwa warga menginginkan langkah-langkah konkret dari pemerintah. Program-program prioritas yang paling diharapkan antara lain:
- Penciptaan 15 ribu lapangan kerja (27,4%)
- Program “sampah hari ini habis hari ini” (23,7%)
- Pusat UMKM di 30 titik (11,3%)
- Puskesmas utama 24 jam (6,8%)
- Pengendalian banjir dan penerangan jalan umum (masing-masing di atas 6%)
Menariknya, mayoritas warga (94%) menyatakan mendukung penggunaan teknologi incinerator di setiap kecamatan untuk mengatasi darurat sampah.
Selain itu, 62,9% responden menginginkan Wali Kota dengan gaya kepemimpinan tegas dan langsung terjun ke lapangan.
“Yang penting sudah punya pijakan. Ketika nanti tahun depan survei menunjukkan 60 persen, itu akan jadi hal yang sangat positif,” tambah Agus optimis.
Warga Punya Harapan Tinggi
Survei ini juga mengungkap bahwa 80,4% masyarakat melihat Wali Kota dan Wakilnya sebagai satu kesatuan kepemimpinan, bukan sosok yang berdiri sendiri-sendiri.
Secara umum, meskipun tingkat kepuasan masih belum mayoritas, warga Bandung menunjukkan sikap realistis terhadap kepemimpinan baru.
Mereka sadar waktu yang diberikan masih terbatas, namun menaruh harapan tinggi agar masalah-masalah utama di kota ini segera ditangani secara nyata dan cepat.
Pemerintah Kota Bandung pun diharapkan bisa bergerak cepat menjawab ekspektasi warga — agar Bandung bisa semakin bersih, produktif, dan nyaman untuk semua.
















